Tentu tak asing bagi pelajar mendengar lagu berjudul ‘Pahlwan Tanpa Jasa’, karena setiap tanggal 25 November lagu ini bergema di tiap sekolah. Lagu yang diciptakan Sartono ini memiliki makna dalam bagi murid-murid. Pria kelahiran Madiun, 29 Mei 1936 pernah menjadi guru musik di sekolah yayasan swasta di Kota Madiun, Jawa Timur kisaran pada tahun 1978. Dengan keterbatasan alat musik zaman itu ia berhasil menciptakan lagu Hymne Guru dengan bersiul sambil menuliskan nadanya di kertas. Pada tahun 1980 lagu Hymne Guru ditetapkan sebagai lagu waji nasional. berikut lirik lagunya:
Lirik Lagu Hymne Guru: Pahlawan Tanpa Jasa
Terpujilah Wahai engkau ibu bapak guru
Namamu akan selalu hidup
Dalam sanubariku
Semua baktimu akan kuukir
Di dalam hatiku
Sebagai prasasti terimakasihku
Tuk pengabdianmu
Engkau sebagai pelita dalam kegelapan
Engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan
Engkau patriot pahlawan bangsa tanpa tanda jasa
Makna lagu Hymne Guru: Pahlawan Tanpa Tanda Jasa
Pada lirik lagu diatas jelas menggambarkan pentingnya peranan guru dalam mendidik dan memajukan generasi bangsa. Sebab apa ada pepatah jawa yang mengatakan Guru “digugu dan ditiru” artinya seorang guru itu dapat dipercaya dan diikuti/diteladani. Pada konsep ini guru menjadi pondasi untuk murid, dimana guru harus menyampaikan sesuatu kebenaran yang menumbuhkan keyakinan kepada setiap muridnya, dan setiap tingkah lakunya harus menjadi contoh bagi siapapun yang melihat.
Dalam bait awal sampai bait ketiga lagu Hymne guru
“Terpujilah Wahai engkau ibu bapak guru, Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku” menggambarkan bahwa sosok guru adalah seorang yang terpuji, dilihat dari jasa-jasanya dalam mendidik generasi bangsa. Sampai kapanpun seorang guru yang mengajarkan ilmu kepada setiap orang walaupun hanya satu huruf namanya akan selalu terkenang di hidup.
‘Semua baktimu akan kuukir di dalam hatiku, Sebagai prasasti terimakasihku tuk pengabdianmu’ Dalam bait tersebut menjelaskan pada dasarnya jasa-jasa guru bukan seperti jasa pahlawan perang yang bersenjata, namun dengan menyebarkan ilmu adalah salah satu bakti guru kepada negara. Dimana guru dapat mengayomi muridnya dalam pendidikan. Rasa terimakasih pun belum cukup pada pengabdiannya yang sangat berjasa.
‘Engkau sebagai pelita dalam kegelapan , Engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan Engkau patriot pahlawan bangsa tanpa tanda jasa’
Dan pada bait ini dapat dilihat seseorang guru sejatinya seperti cahaya menjadi penerang untuk murid-murid yang haus ilmu pengetahuan, dengan itu sosok guru disebut pahlawan tanpa tanda jasa.
Dapat kita petik dari lirik lagu Hymne Guru ini, bahwa guru adalah sosok mulia yang menjadi jembatan untuk mencerdaskan generasi bangsa. (mg9/bas) Editor : Agus AP