RADARSEMARANG.ID, Batang - Tumpukan sampah di dekat Pantai Sigandu dan deretan tempat karaoke tak terurus jadi catatan Bupati Batang M Faiz Kurniawan.
Ia mengungkapkan keprihatinannya terhadap wajah baru Sigandu yang tak lagi ramah bagi wisata keluarga.
Pemandangan tak sedap itu, menurutnya, mencederai keindahan kawasan wisata.
Terutama kondisi akses menuju pantai yang masih belum layak dan menyoroti keberadaan Tempat Pembuangan Sampah sementara (TPS) yang berada tak jauh dari jalan masuk menuju pantai.
“Bayangkan saja, kita mau masuk ke Pantai Sigandu, jarak 500 meter di kiri jalan itu sudah ada tumpukan sampah. Ini sangat mengganggu keindahan. Harus ada perbaikan,” ucapnya.
Merespons kondisi tersebut, Faiz berencana melakukan inspeksi mendadak (sidak) dalam waktu dekat.
Ia ingin memastikan semua tempat usaha di kawasan itu memiliki perizinan yang sesuai.
“Nanti kita akan cek semuanya, baik izin usaha maupun izin bangunan. Kalau memang tidak ada, harus kita tertibkan,” tegasnya.
Langkah tegas ini diharapkan menjadi titik balik bagi Pantai Sigandu agar kembali menjadi destinasi wisata andalan di Batang.
Bukan sekadar deretan kafe dan tempat karaoke yang menghapus citra pesona alamnya.
“Objek wisata yang dulu menjadi primadona pengunjung, kini mulai terganggu dengan tempat hiburan yang terlihat kumuh,” ungkap Yanti, pengunjung asal Pasekaran.
Ia menyoroti hadirnya kafe-kafe dan tempat karaoke yang menjamur di sekitar area pantai.
Bukannya menambah daya tarik wisata, keberadaan mereka justru mengurangi ruang publik bagi para pengunjung yang datang bersama keluarga untuk menikmati suasana pantai.
“Dulu orang datang ke Sigandu bisa bebas bermain pasir, main bola dengan anak-anak. Sekarang banyak ruang yang terambil untuk kafe dan karaoke,” ujarnya. (yan/bas)
Editor : Baskoro Septiadi