Berdasarkan keterangan para saksi, Rizkianah datang ke Curug Gombong pukul 09.00 bersama teman prianya RM, 18, warga Desa Pretek, Kecamatan Pecalungan. Mereka kemudian berswafoto di bagian atas air terjun yang dinamai Curug Lanang. Beberapa pengunjung sekilas melihat mereka berdiri di ujung tebing air terjun yang curam.
Sekitar pukul 10.45 teman prianya mendengar Rizkianah menjerit dan jatuh. Ia hanyut terseret sampai ke Curug Wadon di bawahnya. Teman prianya kemudian berteriak minta tolong kepada pengunjung lain yang segera berdatangan.
Aparat Polsek Subah dan Koramil Subah dibantu warga sekitar berhasil mengevakuasi korban pukul 12.30. Namun nyawa Rizkianah tidak berhasil diselamatkan sebelum sampai Puskesmas. Sulitnya medan ikut menghambat proses evakuasi.
Hasil visum dari Puskesmas Subah, korban dinyatakan meninggal dengan luka kepala dan kaki kiri patah akibat terbentur batu.
Kapolres Batang AKBP Irwan Susanto melalui Kapolsek Subah AKP Prisandy Tiar membenarkan telah terjadi kecelakaan di Curug Gombong tersebut. Pihaknya sudah meminta keterangan dari RM selaku teman korban.
"Kasusnya sudah kami tangani. Dari keterangan saksi, olah TKP dan chat WA korban maupun RM disimpulkan korban jatuh karena terpeleset dan murni kecelakaan," tegas Kapolsek.
Korban Rizkianah dan RM merupakan teman dekat meskipun sang pria berusia 10 tahun lebih muda. Sudah setahun mereka berkenalan, namun baru satu bulan ini dekat. Curug Gombong merupakan objek wisata air di Desa Gombong, Kecamatan Pecalungan. Sebagian besar objek wisata itu dipenuhi bebatuan.
Air terjunnya memiliki dua tingkatan yang diberi nama Curug Lanang di bagian atas dan Curug Wadon di bagian bawah. Keduanya memiliki perbedaan ketinggian 12 meter. Di beberapa tempat kondisi bebatuannya licin karena berlumut. (yan/ida) Editor : Agus AP