Program CSR yang telah diimplementasikan PT Bhimasena Power Indonesia (BPI) berhasil mendapatkan penghargaan baik di tingkat internasional maupun nasional dari berbagai pihak. Kegiatan program CSR selalu melibatkan dan bersinergi dengan pemerintah desa dan Kabupaten Batang sehingga tepat sasaran, berkelanjutan memiliki nilai manfaat dan menciptakan kemandirian masyarakat.
PT BPI telah mengimplementasikan program CSR dalam berbagai sektor. Program CSR tersebut meliputi infrastruktur (pembangunan dan perbaikan sarana umum), layanan kesehatan (Posyandu, sarana-prasarana kesehatan, peningkatan kapasitas kader/tenaga kesehatan, bebas buang air besar sembarangan), ekonomi (kelompok usaha bersama, lembaga keuangan mikro, penciptaan lapangan kerja, pelatihan keterampilan), pendidikan (sekolah berbudaya lingkungan, pendidikan non-formal, perpustakaan desa, peningkatan kapasitas), sosial, budaya, dan lingkungan (penghijauan, bank sampah, bantuan sosial untuk masyarakat rentan) dan tetap melanjutkan kontribusi kami kepada masyarakat setempat sebagai good corporate citizen,“ kata Direktur Operasional PT Bhimasena Power Indonesia (BPI) Yoshimitsu Fujii kepada Jawa Pos Radar Semarang.
Atas komitmennya memperkuat program CSR, Jawa Pos Radar Semarang memberikan penghargaan kepada PT BPI – PLTU Batang sebagai perusahaan dengan Komitmen Tanggung Jawab Sosial Tinggi. Penghargaan ini diberikan oleh CEO Jawa Pos Media Leak Kustiyo dan Direktur Jawa Pos Radar Semarang Baehaqi kepada Direktur Operasional PT Bhimasena Power Indonesia (BPI) Yoshimitsu Fujii di Gedung Gradhika Bhakti Praja Kota Semarang Jumat (9/9).
“Kami berterima kasih kepada Jawa Pos Radar Semarang yang telah memberikan penghargaan atas komitmen perusahaan dalam menjalankan program tanggung jawab sosial (CSR). Capaian ini tidak lepas karena dukungan serta sinergi dari masyarakat desa di sekitar PLTU Batang, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah, Pemerintah Pusat, dan juga komitmen dari manajemen perusahaan dan kinerja karyawan PT BPI,” tandasnya.
PT BPI Dukung Program Kedaireka Matching Fund 2022
Komitmen PT Bhimasena Power Indonesia (BPI) dalam memperkuat program corporate social responsibility (CSR) dibuktikan lewat kemitraan dengan Universitas Diponegoro (Undip), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) untuk Aplikasi Teknologi Restorasi Ekosistem Pesisir Berbahan Beton dari Limbah Batubara untuk Pengembangan Blue Economy di Kabupaten Batang.
Program yang didanai Kemendikbudristek ini dinamakan program Kadaireka Matching Fund 2022. Program ini menitikberatkan pada pemanfaatan limbah batubara PLTU Batang 2 x 1.000 MW, melalui pembuatan substrat terumbu karang buatan atau APR (Artificial Patch Reef) dan rumah ikan buatan atau AFA (Artificial Fish Apartment).
Progam ini sangat berguna bagi kelangsungan kehidupan laut di pesisir Kabupaten Batang. Pemanfatan Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) yang kini sudah tidak lagi menjadi limbah B3, salah satunya sebagai alternatif terbaik untuk pembuatan terumbu karang buatan.
Program ini telah disosialisasikan di tingkat Kabupaten Batang yang dihadiri oleh Kepala DLH Kabupaten Batang, Kepala Dislutkanak Kabupaten Batang, Dislutkan Provinsi Jateng, Camat, Undip, PT BPI, Kelompok Nelayan, Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Batang, kepala desa, tokoh nelayan dan para stakeholder terkait lainnya di Aula Kantor DPM PTSP Kabupaten Batang Selasa (6/9).
Pemanfaatan limbah FABA ini, tidak hanya untuk pembuatan rumah ikan atau terumbu karang buatan saja, tapi bisa untuk penanggulangan abrasi, paving block, batako, jalan cor, dan lainnya. “Saat ini limbah batubara PLTU sudah dikategorikan sebagai limbah Non-B3. Penelitian dan implementasi yang akan dilakukan oleh Undip yang bermitra dengan PT BPI ini akan menunjukkan, bagaimana FABA bisa bermanfaat untuk rumah ikan, sebagai terumbu karang buatan,” kata Kepala Bidang Kelautan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jateng Ir Lilik Harnadi M.Si M.Sc.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Batang, Akhmad Handy Hakim menegaskan ini merupakan salah satu program yang luar biasa bagi Kabupaten Batang. “Jika ini berhasil, akan menunjukkan kepada publik bahwa FABA yang dihasilkan dari PLTU Batang, bisa dikembalikan lagi untuk kepentingan masyarakat yang bermanfaat, baik itu untuk nelayan dengan program rumah ikan, penanggulangan abrasi, dan usaha pembuatan paving, batako dan jalan cor,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Program Matching Fund 2022, kemitraan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Undip dan BPI, DR Ir Munasik M.Sc menjelaskan bahwa program ini melibatkan 75 mahasiswa magang dan KKN dari Undip yang disebar di empat desa, yakni Desa Klidang Lor, Desa Depok, Desa Ujungnegoro, dan Desa Kedungsegog selama 45 hari. Mereka akan melakukan diskusi dan menerima masukan dari para nelayan terkait program ini, termasuk penempatan rumah ikan yang terbuat dari limbah FABA PLTU Batang.
“Kami berterima kasih kepada PT BPI yang sudah mendukung program Matching Fund 2022 ini, sehingga kami bisa mengimplementasikan aplikasi teknologi restorasi ekosistem pesisir berbahan beton dengan memanfaatkan limbah batubara untuk pengembangan blue economy di Kabupaten Batang,” katanya.
Senior Manager CSR BPI Bhayu Pamungkas menyampaikan, tahun 2016 hingga 2019, PT BPI bermitra dengan Balai Besar Penangkapan Ikan Semarang (BPPI) dan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Jateng dalam program rumah ikan (Fish Apartment). Dari program kemitraan tersebut berhasil membuat 265 modul fish apartment yang terdiri atas 225 modul rumah ikan berbahan plastik dan 40 modul rumah ikan berbahan beton dan dengan lokasi penenggelaman di Karang Maeso, Karang Kretek, dan dua lokasi lainnya di wilayah perairan Kabupaten Batang.
Sedangkan tahun 2019 hingga 2021, PT BPI bermitra dengan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Undip untuk program pembuatan 4 unit terumbu karang buatan (artificial patch reef) yang ditenggelamkan di Karang Maeso sebanyak 2 unit dan dan 2 unit di Karang Sebapang.
“Kami telah bermitra dengan berbagai pihak dalam rangka melestarikan wilayah pesisir di Kabupaten Batang. Tahun ini kami bermitra dengan Undip dalam program yang didanai oleh Kemendikbudristek. Kegiatan ini merupakan salah satu wujud komitmen perusahaan dalam meningkatkan perekonomian para nelayan di sekitar PLTU Batang dan tetap menjaga komitmen terhadap lingkungan,” kata Bayu.
Dia berharap, produksi perikanan meningkat dan sinergi antara kelompok masyarakat dengan BPI serta dukungan pemerintah dapat melahirkan kegiatan pemberdayaan masyarakat lokal yang berkelanjutan. (*/ida) Editor : Agus AP