Tahun ini, penerbangan balon dilakukan di beberapa lokasi. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Wonosobo Agus Wibowo menjelaskan setidaknya ada tujuh lokasi penerbangan balon di Wonosobo. Mulai dari Kecamatan Kertek, Kalikajar, Wonosobo, Mojotengah, dan Watumalang.
"Dari semua balon yang terbang di tujuh lokasi itu kita lombakan, setiap kelompok penerbang terbaik di setiap lokasi kita panggil untuk diterbangkan kembali di puncak Wonosobo Ballon Festival di Alun-alun ini," katanya kemarin.
Pada gelaran ini, 30 balon diterbangkan dengan cara ditambatkan. Balon tersebut berasal dari tujuh finalis yang berasal dari tujuh lokasi penerbangan sebelumnya. Ditambah dengan perwakilan BUMD, BUMN, OPD serta dunia usaha yang ikut memeriahkan festival tersebut.
"Kita beruntung selama penerbangan pagi ini cuaca langit sangat cerah dan tidak ada satupun balon yang gagal terbang," katanya.
Banyaknya warga yang datang ke pusat kota membuat sejumlah arus utama menuju Wonosobo sempat tersendat. Kepadatan arus lalulintas terjadi diberbagai titik.
"Semua jalan masuk menuju kota, baik jalan yang besar maupun kecil itu penuh dengan kendaraan. Mungkin mereka juga sama seperti saya, ingin melihat festival balon ini," terang Alkomah, salah satu pengguna jalan yang datang dari Kecamatan Wadaslintang.
Perusahaan Umum (Perum) Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) atau AirNav mendukung event Festival Balon Udara Tambat 2023 di beberapa tempat di Wonosobo, Jawa Tengah.
Direktur Keselamatan, Keamanan dan Standardisasi AirNav Indonesia Bambang Rianto menyebut, pihaknya berusaha menjadikan tradisi penerbangan balon udara di hari raya Idul Fitri bertaraf internasional.
Festival ini menurutnya bisa mengundang wisatawan mancanegara untuk datang. "Makanya setiap warga yang menerbangkan balon udara dengan cara ditambatkan akan kita support," katanya.
Penerbangan balon dengan cara ditambatkan akan menghilangkan ancaman lalulintas udara, utamanya bagi keselamatan penerbangan pesawat. Berdasarkan laporan pilot pada tahun ini terdapat 28 laporan balon udara terbang liar. "Jumlah tersebut menurun jika dibandingkan dengan jumlah tahun lalu sebanyak 65 laporan," ujar Bambang.
Dia menambahkan, ketentuan balon yang standar adalah dengan ukuran lebar 4 meter, tinggi 7 meter dan dilepas dengan tali sepanjang 30 meter. Dengan demikian balon hanya terbang di ketinggian kurang lebih 150 meter dan tidak terbang secara bebas. (git/ton) Editor : Agus AP