Katib Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ahmad Said Asrori menjelaskan, proses berkhidmat pada di NU merupakan usaha memperjuangkan nilai-nilai agama. Sehingga tidak ada yang meminta menjadi pengurus, tapi mereka diberi tugas oleh para ulama.
“Jadi ngurusi NU itu harus ikhlas dan tanpa pamrih apapun,” katanya seusai melantik pengurus PCNU Wonosobodi Aula Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (RSNU) Wonosobo Sabtu (6/8) lalu.
Menurut Said, NU memiliki potensi yang besar untuk berkhidmat lebih baik kepada bangsa dan negara. NU punya aset sumberdaya manusia (SDM), lembaga pendidikan, pondok pesantren dan lainnya yang luar biasa.
Ketua PWNU Jateng KH M Muzamil menyampaikan, Konferensi Wilayah Jateng 2018 ingin mewujudkan kembali kemandirian NU. Kemandirian yang digaungkan PWNU Jateng adalah kemandirian berpikir, bersikap dan bertindak seperti diajarkan oleh Rasulullah SAW, para sahabatnya serta para pengikutnya yang baik.
Ketua PCNU Wonosobo KH Abdurrahman Effendi Al-Hafidz menjelaskan, khidmat pada NU yang pokok adalah rukun dan kerja keras merealisasikan program-program yang telah diputuskan.
“Mohon doa restu akan mendirikan bank syariah dan usaha lainnya. Semua usaha ini merupakan ikhtiar mewujudkan kembali kemandirian NU di masa yang akan datang,” pintanya. (git/ton) Editor : Agus AP