Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Trans Jateng Solo-Wonogiri Gratis hingga 15 Agustus, 14 Armada Bus Start Pukul 5 Pagi dari Terminal Tirtonadi

Agus AP • Rabu, 9 Agustus 2023 | 01:46 WIB
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo meresmikan Trans Jateng rute Solo-Sukoharjo-Wonogiri di Alun-Alun Giri Krida Bakti Wonogiri, Selasa (8/8).
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo meresmikan Trans Jateng rute Solo-Sukoharjo-Wonogiri di Alun-Alun Giri Krida Bakti Wonogiri, Selasa (8/8).

RADARSEMARANG.ID, - Bus rapid transit (BRT) Trans Jateng rute Solo-Wonogiri resmi beroperasi mulai hari ini Selasa (8/8), dengan rute lengkap koridor 7 Solo-Sukoharjo-Wonogiri.

Demikian pernyataan Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo, Trans Jateng koridor 7 itu memberikan aksesibilitas bagi masyarakat di tiga wilayah kabupaten terkait, termasuk untuk kalangan disabilitas. 

Peresmian koridor 7 Trans Jateng rute Solo-Sukoharjo-Wonogiri dilakukan Ganjar di Alun-Alun Giri Krida Bakti Wonogiri, hari ini.

Koridor 7 ini melengkapi enam koridor Trans Jateng yang telah beroperasi sebelumnya dengan layanan rute berbagai wilayah di Jateng.

Baca Juga: Rute Terbaru dan Jadwal BRT Trans Jateng 2023 

“Pas di akhir saya menjabat kami launching yang terakhir sehingga menggenapkan seluruh program, sehingga lengkap. Mudah-mudahan bermanfaat,” tutur Ganjar.

Trans Jateng rute Solo-Sukoharjo-Wonogiri dilayani dengan total 14 unit armada bus, dua di antaranya armada ramah difabel. Serta ada satu armada cadangan.

Bus Trans Jateng berangkat dari Terminal Tirtonadi Solo hingga Terminal Tipe C Wonogiri. Beroperasi mulai pukul 05.00 WIB hingga pukul 19.00 WIB.

Tarif Trans Jateng koridor 7 sama dengan tarif koridor-koridor sebelumnya. Yaitu Rp 2.000 untuk pelajar, buruh dan veteran. Kemudian tarif Rp 4.000 untuk umum. Koridor ini terintegrasi dengan layanan Trans Jateng rute Solo-Sumberlawang di Terminal Tipe A Tirtonadi dan transportasi umum di sekitarnya.

Ada promo tarif gratis selama masa promo Trans Jateng rute Solo-Sukoharjo-Wonogiri. Promo tarif gratis berlangsung selama sepekan mulai Selasa-Minggu (8-15/8).

“Kami masih mendedikasikan kepada kawan-kawan buruh, pelajar, orang-orang tua, veteran dengan tarif khusus sebagai sebuah tindakan afirmasi kepada mereka,” ucap Ganjar.

Selain itu, Ganjar juga mendedikasikan armada Trans Jateng untuk kalangan disabilitas, di mana dua armada BRT dirancang khusus ramah difabel.

Kemudian, dari sisi keamanan dan kenyamanan, armada dilengkapi GPS, kamera pengawas, hingga perlengkapan medis P3K.

Sehingga Trans Jateng bisa mengakomodasi kebutuhan transportasi seluruh kalangan masyarakat dengan murah, aman dan nyaman.

“Koridor ini mudah-mudahan akan terus berjalan dan terintegrasi dengan layanan yang ada di daerah. Umpama angkutan-angkutan yang masuk ke desa. Sehingga warga itu kalau pergi dari titik ke titik tidak mengalami kesulitan,” ucap Ganjar.

Ganjar pun titip pesan kepada para kru bus untuk selalu ramah dan tetap menjaga kebersihan.

“Dari sisi kebersihan saya mengingatkan terus menerus pada pelayannya untuk menjaga standar minimal. Maka tadi saya cek di tas kru isinya sarung tangan, alat pembersih. Itu kewajiban yang harus mereka lakukan,” papar Ganjar.

BRT Trans Jateng sendiri memiliki berbagai fasilitas memadai untuk kenyamanan dan keamanan penumpang.

Seperti GPS, kamera pengawas, hingga perlengkapan medis di Kotak Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K).

BRT Trans Jateng didesain khusus ramah difabel.

Sementara itu, disabilitas di wilayah Wonogiri dan sekitarnya menyambut baik diluncurkannya BRT Trans Jateng koridor Wonogiri-Sukoharjo-Solo.

Armada tersebut dinilai mampu memberdayakan kalangan disabilitas menjadi lebih mandiri.

"Busnya ada akses difabel. Jadi untuk nanti bisa mandiri, mau ke mana, tidak perlu diantar," kata anggota Forum Difabel Kabupaten Wonogiri Eni Widyastuti.

Eni pun menuturkan, dulu sebelum ada Trans Jateng, dia harus naik bus biasa atau tanpa fasilitas ramah difabel. Kadang, difabel harus digendong atau berdesakan. Saat turun, kadang harus turun ke bawah atau mengesot.

"Sangat membantu difabel. Kalau dulu kan difabel kalau mau keluar-keluar, enggak ada transportasi yang accessable. Kalau sekarang ada akses, jadi bisa keluar-keluar," ucap dia.

Eni pun kini mengaku lebih leluasa untuk pergi ke manapun dengan memanfaatkan Trans Jateng. Misalnya pergi cari dagangan hingga sekadar jalan-jalan.

"Pak Ganjar, sekarang saya bisa piknik. Ke mana-mana naik bus. Mantap, pak," ujarnya.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jateng Henggar Budi Anggoro dalam sambutannya mengatakan, Trans Jateng rute Wonogiri-Sukoharjo-Solo ini melengkapi enam koridor yang sudah beroperasi sebelumnya sejak tahun 2017.

Yakni koridor 1 Bawen (Ungaran)-Tawang (Semarang), koridor 2 Bulupitu (Purwokerto)-Bukateja (Purbalingga), koridor 3 Bahurekso (Kendal)-Mangkang (Semarang), koridor 4 Solo-Sragen, koridor 5 Kutoarjo (Purworejo)-Borobudur (Magelang), dan koridor 6 Halte Penggaron (Semarang)-Terminal Godong (Grobogan). (bay/ria/ap)

Editor : Agus AP
#Terminal Tirtonadi Solo #koridor 7 #Trans Jateng #rute Solo Sukoharjo Wonogiri #GANJAR #rute Solo Wonogiri