Penlok ini menjadi lokasi dijalankannya program strategis Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) yang dalam hal ini adalah program PTSL. Terkait pelaksanaan PTSL di Klaten, Kepala Kantor Pertanahan (Kantah) Kabupaten Klaten menjelaskan bahwa sudah lebih dari setengah desa yang menjadi Penlok 2022 telah berhasil dirampungkan.
“Untuk di Kabupaten Klaten, sudah ada 28 desa yang telah ditetapkan menjadi Desa Lengkap. Hal ini artinya seluruh bidang tanah yang ada di desa-desa tersebut sudah berhasil terpetakan dan terdaftarkan seluruhnya,” ungkap Kepala Kantah Kabupaten Klaten, Tentrem Prihatin.
Masyarakat di Kabupaten Klaten menurut Tentrem Prihatin sangat antusias mendapati program PTSL. “Masyarakat di sini antusias betul. Syukur pelaksanaan PTSL 2022 sudah berjalan cukup lancar. Kesadaran masyarakat untuk lakukan pemasangan tanda batas di tanah-tanahnya juga cukup baik,” ujarnya.
“Antusiasme masyarakat Klaten yang sangat tinggi terkait penyertipikatan tanah ini membantu tercapainya target yang ditetapkan. Bahkan seringkali realisasinya melebihi target yang ditetapkan untuk melakukan pendaftaran tanah dalam satu Desa Lengkap,” lanjut Kepala Kantah Kabupaten Klaten.
Dengan program PTSL yang terus digencarkan, Kepala Kantah Kabupaten Klaten berharap masyarakat terus berpartisipasi aktif untuk mendukung jalannya Program Strategis Nasional (PSN) ini.
“Meskipun masih berasa dampak pandemi Covid-19, mari kita sertipikatkan tanah yang kita miliki melalui PTSL. Bisa juga melalui permohonan mandiri, demi mendapatkan kepastian hukum kepemilikan akan tanah-tanah kita,” tutur Tentrem Prihatin.
Terpisah, Direktur Jenderal (Dirjen) Penetapan Hak dan Pendaftaran Tanah (PHPT) Suyus Windayana kembali angkat bicara tentang program PTSL Suyus Windayana menekankan penuntasan target PTSL sejalan dengan terobosan dan kebijakan komprehensif yang dilakukan Kementerian ATR/BPN.
PTSL sebagai program unggulan Kementerian ATR/BPN bukan program lips service. Program ini menjadi perhatian khusus oleh Presiden Joko Widodo. Tak ada pilihan kecuali menyelesaikan dan menuntaskan sesuai target.
Progres dan pencapaian PTSL selalu menjadi pusat perhatian publik dan program ini menjadi tumpuan pemerintah dalam mewujudkan harapan rakyat.
“Disadari dengan berjalannya waktu pasti menemukan kendala dan hambatan di lapangan. Itu hal yang wajar. Maka pentingnya koordinasi, penyamaan persepsi, agar gol target PTSL berjalan smart, mulus tanpa menimbulkan masalah,” ujar Suyus Windayana.
“Kerjaan PTSL ini sudah dilaksanakan dari tahun 2017, ini sudah masuk tahun kelima. Harusnya sudah bisa lari tetapi ternyata untuk tahun ini masih ada ketertinggalan di beberapa wilayah. Kita ingin selesai maka ditekankan pada pola kerja yang cermat, cepat dalam menyelesaikan kendala,” jelas Suyus Windayana. (*/web/bas) Editor : Agus AP