RADARSEMARANG.ID – Pengalaman bekerja pada shift malam sering menghadirkan cerita yang tidak dialami kebanyakan orang. Hal itu dirasakan Rudi Hartono, 32, seorang petugas keamanan asal Bangetayu, Kota Semarang, yang mengaku beberapa kali mengalami kejadian tak biasa saat bertugas menjaga sebuah kompleks perkantoran di kawasan Terboyo.
Pengalaman tersebut terjadi beberapa tahun lalu ketika dirinya masih bekerja sebagai satpam di sebuah kawasan perkantoran yang berada di tengah lingkungan pergudangan dan lahan terbuka yang relatif sepi pada malam hari.
Menurut Rudi, suasana di sekitar lokasi kerja berubah drastis setelah matahari terbenam. Aktivitas kendaraan maupun pekerja hampir tidak ada, sementara sebagian besar area perkantoran dalam kondisi gelap karena hanya beberapa titik lampu yang tetap menyala.
"Kalau sudah malam memang sangat sepi. Di sekitar lokasi banyak gudang dan lahan kosong, jadi suasananya berbeda dibanding siang hari," kata Rudi kepada Radar Semarang.
Pengalaman Saat Patroli Dini Hari
Sebagai petugas keamanan, Rudi memiliki tugas melakukan patroli rutin untuk memastikan seluruh pintu, jendela, dan area kantor dalam kondisi aman. Salah satu pengalaman yang masih diingatnya terjadi sekitar pukul 02.00 dini hari saat melakukan pemeriksaan di lorong belakang bangunan kantor.
Ketika itu, ia mengaku melihat sosok perempuan berdiri di ujung koridor yang mengarah ke area penyimpanan berkas. Awalnya ia mengira sosok tersebut merupakan orang yang masuk tanpa izin ke area kantor."Saya pikir ada orang yang masuk karena memang terlihat seperti perempuan berdiri di ujung lorong," ujarnya.
Karena merasa bertanggung jawab memastikan keamanan lokasi, ia berusaha mendekati sosok tersebut sambil memanggil dan menanyakan identitasnya. Namun menurut pengakuannya, sosok itu tidak memberikan respons.
Saat jarak semakin dekat, ia mengaku melihat wajah perempuan tersebut tampak pucat dengan tatapan yang menurutnya tidak biasa. Beberapa saat kemudian, sosok tersebut disebut menghilang dari pandangannya.
"Saya sempat mengecek area sekitar untuk memastikan, tetapi tidak menemukan siapa pun," katanya.
Suara Tawa Anak Kecil Saat Hujan Deras
Pengalaman lain yang menurutnya lebih membekas terjadi beberapa bulan setelah kejadian tersebut. Saat itu hujan deras mengguyur kawasan Terboyo dan dirinya bertugas sendirian di pos keamanan.
Sekitar pukul 03.00 dini hari, ia mendengar suara tawa anak kecil dari arah area parkir belakang. Karena mengira ada anak yang tersesat atau masuk ke lingkungan kantor, ia membawa senter untuk memastikan sumber suara.
Ketika menyorotkan cahaya ke arah parkiran, ia mengaku melihat sosok anak kecil berdiri membelakanginya."Saya sempat mengira ada anak yang bermain atau tersesat di sekitar kantor," katanya.
Namun setelah mencoba mendekat dan memanggil, sosok tersebut tidak memberikan jawaban. Rudi mengaku memilih kembali ke pos jaga setelah merasa tidak nyaman dengan situasi yang dialaminya malam itu.
Baca Juga: Pedagang Angkringan di Semarang Ceritakan Pengalaman Didatangi Pembeli Misterius Jelang Subuh
Tidak Hanya Dialami Satu Orang
Menurut Rudi, pengalaman yang ia alami bukan satu-satunya cerita yang berkembang di lingkungan kerja tersebut.
Beberapa rekan sesama petugas keamanan yang pernah bertugas pada shift malam disebut juga memiliki pengalaman serupa, meski dengan bentuk kejadian yang berbeda-beda.
Karena sering mendengar cerita serupa, para petugas akhirnya menganggap pengalaman tersebut sebagai bagian dari dinamika bekerja pada malam hari di kawasan yang relatif sepi.
Meski demikian, Rudi mengaku tetap mengutamakan tugas utamanya sebagai petugas keamanan dan berusaha tetap profesional saat menjalankan patroli.
Kini ia telah bekerja di lokasi berbeda sebagai petugas keamanan di kawasan Jalan Pemuda, Semarang. Mengenang pengalaman tersebut, Rudi justru menanggapinya dengan santai.
"Waktu itu memang sempat membuat saya kaget. Tapi sekarang kalau diingat lagi ya jadi pengalaman saja. Yang lebih dipikirkan sekarang justru bagaimana bekerja dengan baik dan memenuhi kebutuhan hidup," ujarnya sambil tertawa.
Editor : Baskoro Septiadi