Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Baru Beberapa Hari Bekerja, Satpam Penjaga Gudang di LIK Kaligawe Diganggu Hantu Berwajah Seram

Sulistiono • Kamis, 20 November 2025 | 22:23 WIB
Ilustrasi : Satpam ketakutan melihat penampakan saat patroli di dalam gudang. (ai/Sulistiono)
Ilustrasi : Satpam ketakutan melihat penampakan saat patroli di dalam gudang. (ai/Sulistiono)

RADARSEMARANG.ID - Dalam sebuah pertemuan yang tidak disengaja, RadarSemarang.ID berkesempatan ngobrol dengan seorang security dikawasan Lingkungan Industri Kaligawe (LIK) yang tengah istirahat siang disebuah warung tak jauh dari gudang tempatnya bekerja.

Satpam yang diketahui bernama Suparman, 38 ini, kurang lebih sudah 5 tahun bertugas sebagai tenaga keamanan menjaga sebuah gudang distribusi yang berlokasi di LIK, yang selama ini dikenal langganan banjir dan rob.

Meski berada didalam Kawasan LIK, namun suasana disekitar gudang tempat Suparman bekerja sangat sepi, tidak banyak aktivitas pekerja disekitar gudangnya, apalagi jika malam tiba, suasananya tambah menyeramkan.

Sekitar pukul 01.00, sesuai SOP perusahaannya,  Parman meninggalkan Posnya untuk melakukan kontrol keliling gudang.

Angin dari arah pantai Semarang membawa bau asin yang lembab. Saat ia melewati pintu samping gudang, tiba-tiba lampu di dalam menyala sendiri, padahal ia yakin sudah mematikannya sejak pergantian shift. 

Parman membuka pintu besi pelan-pelan. Ruangan itu kosong, hanya deretan rak berisi dus-dus kardus dan forklift yang ditinggalkan pekerja shift siang.

Saat kakinya melangkah masuk, lampu mati lagi, suasana gelap total. Secara spontan Parman melangkah mundur. Keringat dingin mengalir.

Suara Langkah Kaki dari Atas Rak

Saat tengah konsentrasi ditengah suasana gelap, Suparman merdengar suara kerdap-kerdap, seperti seseorang melangkah pelan di atas rak besi yang tinggi. Rak itu kokoh, tapi tidak mungkin ada orang di atasnya tanpa tangga.

Parman menyalakan senter, mengarahkan senternya ke sumber langkah kaki misterius itu. Tapi, dia tidak menemukan apa-apa.

Namun jejak suara itu berpindah, kali ini dari rak di sebelah kiri, lalu kanan, seolah sesuatu bergerak lincah di ketinggian.

 Baca Juga: Pesepeda Ini Auto Kabur setelah Melihat Sekelompok Orang Misterius yang Tiba-tiba Hilang

“Kalau ada maling, masa bisa loncat begitu cepat?” pikirnya, tenggorokan serasa kering.

Sosok Hantu Bocah di Sudut Gudang

Suparman masih penasaran dengan sumber suara itu, kembali dia mengarahkan lampu senternya ke beberapa sudut ruangan. Saat ia memutar tubuh untuk memeriksa pintu, ada sesuatu berdiri di sudut ruangan.

Sosok kecil, setinggi anak usia lima tahun, tubuhnya kurus, rambutnya panjang menjuntai menutupi wajah. Berdiri dengan tubuh kaku, menempel di antara tiang besi dan tumpukan dus.

Melihat penampakan itu, Parman tak bisa bergerak. Sosok itu bergerak mendekat, bukan berjalan, tapi meluncur seperti diseret angin.

Senter Parman berkedip-kedip, lalu mati. Suasana benar-benar gelap..

Saat ketegangan menyergap dirinya, Suparman mendengar sebuah bisikan pelan yang persis terdengar di belakang Telinganya.

Dalam pekat, ia mendengar suara lirih, “Wes… muleh…(sudah pulang)”

Parman refleks menjerit, menjatuhkan radio komunikasi, dan berlari keluar dari gudang secepat mungkin. Tidak menoleh sama sekali.

Saat ia keluar ke halaman, lampu luar gedung mendadak menyala terang benderang, seperti menyelamatkannya dari sesuatu yang mengejar dari dalam.

Ia menunggu di pos satpam sampai subuh, gemetar tanpa mampu memejamkan mata.

Keesokan paginya saat karyawan mulai berdatangan, tiba-tiba mandor gudang menghampiri dirinya dan berkata ringan.

“Mas Parman semalem lihat anak kecil itu ya? Biasa kadang muncul. Katanya dulu daerah sini bekas tambak dan pernah ada anak tenggelam sebelum dibangun gudang,” kata sang mandor.

Mendengar perkataan sang mandor itu, Suparman hanya bisa  diam. Tak menjawab apa yang ditanyakan mandornya tersebut. Bayangan hantu bocah itu masih membayang kuat di ingatannya.

Sejak kejadian malam itu, tiap kali ia ronda dan melewati pintu samping, ia merasa ada tatapan kecil dari balik rak-rak gelap, namun Suparman sudah tidak terlalu peduli.

"Wes sering diweruhi jadi kebal mas, ta jarke wae, kadang ngetoki lagi lungguh-lungguh ne duwur rak (sudah sering ditampaki jadinya kebal mas, ta biarkan saja, kadang sedang duduk-duduk di atas rak)," tutur Suparman. (sls)

Editor : Baskoro Septiadi
#Cerita Horor #gudang #Satpam #Horor #kaligawe semarang #security #LIK #pengalaman mistis #hantu #mistis