Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Pedagang Bakso Ini Lari Ketakutan Setelah Tahu Pembelinya Penunggu Rumah Tua yang Pernah Terbakar Hebat

Sulistiono • Rabu, 5 November 2025 | 04:00 WIB
Ilustrasi :Pedagang bakso keliling ketakutan ternyata pembelinya arwah korban kebakaran. (ai/Sulistiono)
Ilustrasi :Pedagang bakso keliling ketakutan ternyata pembelinya arwah korban kebakaran. (ai/Sulistiono)

RADARSEMARANG.ID - Slamet, 48, seorang tukang bakso keliling yang biasa menjajakan dagangannya keliling di perkampungan dipinggiran Kendal membagikan cerita horor yang pernah dialaminya saat berjualan. 

Kepada RadarSemarang.ID, pria yang memiliki tiga anak hasil pernikahannya dengan Setyowati, tetangga desanya menceritakan kejadian horor itu terjadi pada hari kamis malam sekitar pukul 23.10, bulan Agustus lalu.

Malam itu, Slamet, seperti biasa mendorong gerobaknya menyusuri jalanan sepi di pinggiran kota Kendal, yang berbatasan dengan kawasan pesisir Kendal.

Entah kenapa, malam itu udara terasa dingin menusuk dan tumben  kabut tipis mulai turun dari arah sawah.

Biasanya, jam segini dia sudah pulang. Tapi malam itu, pembeli sepi nyenyet. Karena itu, Slamet memutuskan terus berkeliling mencari penglaris, sembari berharap ada pembeli terakhir sebelum pulang. Sembari berkeliling, Slamet berteriak menawarkan dagangannya. 

Tak ada jawaban, hanya suara jangkrik dan gesekan roda gerobaknya di aspal yang lembab. Ketika hendak berbalik arah, dari kejauhan ia melihat seberkas cahaya lampu minyak di depan sebuah rumah tua yang terlihat gelap dan kusam.

Rumah itu sudah lama dikabarkan kosong semenjak keluarga penghuninya meninggal karena kebakaran.

 Baca Juga: Niat Bulan Madu di Villa Bandungan, Pengantin Baru Ini Malah 'Diusir' Sosok Menyeramkan

Tapi Slamet mendengar ada suara perempuan lembut memanggil dari arah rumah tua itu. Tak mau melewatkan rejeki, meski sedikit penasaran, dia mengarahkan gerobak baksonya ke arah suara yang memesan baksonya. 

 “Mas baksonya satu ya,” pesan suara perempuan. 

Suara itu lirih tapi jelas, seolah berasal dari balik kabut. Slamet menoleh. Di depan pagar rumah tua itu berdiri seorang perempuan berambut panjang, mengenakan kebaya putih yang sudah kusam.

Wajahnya tertutup sebagian rambut, tapi Slamet masih bisa melihat senyum tipis tersungging dibibir pembelinya itu.

Tanpa pikir panjang, Slamet langsung segera membuatkan pesanan perempuan misterius.

“Oh, mau bakso, Mbak? Pedasnya berapa?” tanya Slamet. 

“Sedikit saja Mas, ” jawab perempuan itu pelan, hampir seperti bisikan.

Slamet mulai menyiapkan semangkuk bakso. Tapi dia sempat melihat ke sekeliling, rumah itu ternyata tak punya lampu sama sekali, gelap gulita. Hanya cahaya bulan yang menimpa wajah pucat si pembeli.

Ketika Slamet hendak memberikan mangkuk, tangannya terasa dingin sekali, seperti menyentuh es.

Ia berusaha menahan rasa aneh di dada. Perempuan itu tersenyum, mengeluarkan uang sepuluh ribuan yang sudah lecek dan basah.

“Terima kasih ya, Mas Slamet, ”

Makdegg, Slamet terkejut karena perempuan itu tahu namanya, padahal dia tidak pernah menyebutkan namanya.

Slamet berusaha menatap wajah perempuan itu lebih lama, untuk meyakinkan apakah pembelinya itu adalah pelanggannya.

Tapi saat dia mengamati dengan seksama, barulah dia sadar sadar bahwa perempuan didepannya bukan manusia.

 Baca Juga: Baru Dua Minggu Tinggal di Kos, Pria Ini Auto Kabur Setelah Diteror Arwah Penghuni Kos yang Sudah Meninggal

Matanya hitam polos tanpa bola mata, hanya rongga gelap yang dalam. Melihat penampakan itu, Slamet mundur beberapa langkah.

Saat itu juga, angin berhembus kencang, kabut semakin tebal, dan perempuan itu perlahan lenyap di depan matanya, hanya menyisakan mangkuk bakso yang jatuh ke tanah.

Slamet yang  ketakutan, langsung mendorong gerobaknya secepat mungkin meninggalkan depan rumah tua itu.

Hampir satu jam dia setengah berlari sembari mendorong gerobagnya untuk sampai ke tempat tinggalnya.

Ketika sampai diteras rumahnya, Slamet mendapati di dalam panci baksonya, tinggal satu mangkuk, mangkuk yang tadi diberikan pada perempuan itu dan yang aneh, baksonya kini berwarna kehitaman, mengeluarkan bau anyir seperti darah.

Keesokan paginya, ketika hendak belanja untuk kebutuhan jualan, Slamet mendengar kabar dari warga yang heboh semalam, di rumah tua itu, ada orang yang melihat api biru bergerak-gerak di halaman.

 Baca Juga: Warung Kopi Ini Didatangi Sosok Perempuan Menyeramkan, Pesan Kopi Panas, Setelah Itu Hilang Misterius

Warga menyebut, jika ada tanda api biru bergerak-gerak seperti itu, pertanda arwah yang ada dirumah tua itu gentayangan sedang makan.

Sejak malam itu, Slamet tak pernah lagi berjualan melewati jalan didepan rumah tua itu. Dia memilih memutar lewat jalan lain, meski sesekali dirinya mendengar suara seperti bisikan yang memanggil-manggil. 

"Mas bakso mas satu," bisik suara misterius itu.

Tapi Slamet sudah hapal, itu adalah suara hantu perempuan penunggu rumah tua yang sedang gentayangan. (sls)

Editor : Baskoro Septiadi
#kendal #Cerita Horor #Gentayangan #Horor #pedagang bakso keliling #pengalaman mistis #Bakso #Arwah #kisah mistis #rumah tua #mistis