RADARSEMARANG.ID, Cerita rakyat merupakan sebuah materi yang biasanya disampaikan di kelas 7 semester 1. Materi cerita juga merupakan sebuah materi yang sangat mengasyikkan.
Meskipun demikian tidak semua peserta didik mempunyai kemampuan yang sama dalam memahami materi tersebut.
Guru sebagai fasilitator menyadari akan kondisi yang dibutuhkan atau yang diinginkan peserta didik.
Baca Juga: GPEI Jabar Adalah Fasilitator, Informan, dan Pelatih bagi Pelaku Usaha
Sehingga dapat memahami materi dalam pembelajaran agar dapat tersampaikan sesuai yang diharapkan.
Menyadari hal tersebut guru berusaha mencari strategi yang tepat, menyenangkan bahkan tidak membosankan.
Kurikulum Merdeka merupakan sebuah kurikulum yang memberikan kebebasan kepada peserta didik untuk dapat memahami sebuah materi berdasarkan kemampuannya sebagaimana mereka mampu untuk memahami sebuah teks.
Mengacu pada Kurikulum Merdeka yang memberikan kebebasan pada peserta didik untuk meningkatakan pemahaman dengan berbagai metode agar peserta didik paham dengan kemampuannya.
Maka salah satu metode yang cocok dalam pembelajaran cerita rakyat ini adalah dengan model pembelajaran berdeferensiasi.
Pembelajaran berdiferensiasi merupakan model pembelajaran yang memberikan keleluasaan kepada peserta didik untuk meningkatkan potensi yang dimilikinya sesuai minat belajar dan cara yang mana peserta didik dapat mempelajari materi sesuai dengan kemampuan.
Serta cara belajar yang disukai sesuai kebutuhan masing-masing.
Sehingga mereka tidak merasa bosan, karena model ini memberikan kebebasan kepada peserta didik untuk memilih cara belajar sesuai hati nurani dan kebiasaan yang membuat mereka paham.
Sementara guru hanya bertugas memberikan fasilitas sesuai dengan kebutuhannya. Dalam hal ini peserta didik tidak diberikan perlakuan sama karena masing-masing peserta didik mempunyai karakteristik yang berbeda.
Adapun dalam menerapkan model ini, guru menyampaikan materi terlebih dahulu. Tentu saja dengan sudah menyiapkan berbagai media yang sekiranya membuat peserta didik semangat.
Dalam hal ini dapat menggunakan media yang mudah mendapatkannya. Misalnya saja guru menyiapkan laptop, HP, cerita bergambar,dan cerita dalam bentuk teks biasa.
Langkah selanjutnya yang dapat dilakukan yaitu guru memberikan kebebasan peserta didik memilih media yang sudah disiapkan oleh guru.
Kemudian guru membagi kelompok sesuai media yang sudah mereka pilih untuk berdiskusi.
Sementara peserta didik berdiskusi guru dapat melakukan pemantaun kerja mereka sambil mengarahkan tugas apabila ada peserta didik yang membutuhkan bantuan.
Langkah terakhir adalah melakukan presentasi.
Presentasi ini dapat dilakukan dengan cara seluruh kelompok maju untuk mempresentasikan hasilnya di depan kelas atau bisa juga dilakukan dengan hanya menyuruh salah satu personal membacakan hasil diskusinya berdiri ditempat kelompok tersebut.
Presentasi ini dapat dijadikan sebagai catatan bagi guru untuk mengetahui kemampuan berpikir peserta didik, seberapa keahlian peserta didik dalam menuangkan gagasan di depan publik, dan untuk mengetahui keberanian peserta didik tampil di depan umum.
Hasil akhir dari proses pembelajaran tersebut guru dapat memberikan penguatan sebagai bentuk respon positif terhadap peserta didik.
Penguatan juga merupakan salah satu bentuk penciptaan suasana belajar yang menyenangkan yang telah diberikan oleh guru kepada peserta didik dengan tujuan agar tingkah laku positif peserta didik dapat meningkat.
Selanjutnya bersama peserta didik memberikan kesimpulan dan refleksi kegiatan pembelajaran.
Pada akhirnya dapat diketahui bahwa hasil pembelajaran melalui metode pembelajaran berdeferensiasi dapat meningkatkan pemahaman belajar dan memotivasi belajar peserta didik.
Dapat diketahui bahwa penerapan pembelajaran berdiferensiasi pada cerita rakyat dapat menjadikan pelajaran lebih bermakna dan tujuan yang diharapkan dapat tercapai. (unw/lis)
Oleh : Ari Kusumasanti, S.Pd
Guru MTs Negeri 3 Demak
Editor : Tasropi