Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

TPS Tingkatkan Pembelajaran PKn yang Interaktif dan Menyenangkan

Tasropi • Senin, 4 Maret 2024 | 19:41 WIB
Endah Setiorini, S.Pd.SD
Endah Setiorini, S.Pd.SD

RADARSEMARANG.ID, Pendidikan adalah suatu bentuk usaha manusia dalam mengembangkan ilmu pengetahuan.

Pendidikan bukan hanya terdapat pada sekolah yang disebut juga dengan pendidikan formal. Tetapi pendidikan juga dapat dilakukan secara informal yaitu dari pengalaman peserta didik.

Pada dasarnya pendidikan formal ataupun informal sama saja karena merupakan proses dalam mencapai suatu tujuan.

Baca Juga: Eksistensi Pendidikan Seni Terhadap Representasi Pemenuhan Anak-Anak Disabilitas

Sebagai fondasi dalam proses pendidikan, maka tersusun tujuan pendidikan yakni terdapat di Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang berbunyi “Pendidikan nasional berfungsi untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradapan bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.”

Metode think pair share (TPS) merupakan salah satu metode pembelajaran yang perlu digunakan dalam kegiatan belajar mengajar.

Karena metode think pair share (TPS) ini dirancang untuk mengajak peserta didik mencari jawaban terhadap suatu pertanyaan dari suatu konsep melalui suatu kelompok.

Salah satu masalah yang dihadapi dalam pembelajaran PKn adalah rendahnya hasil belajar belajar peserta didik.

Pada kenyataannya masih banyak peserta didik yang belum menguasai meteri dalam pembelajaran tematik ini.

Mungkin banyaknya materi yang harus mereka pahami sehingga mereka kesulitan pada materi tertentu.

Hal ini disebabkan dalam proses belajar mengajar di sekolah, guru lebih menggunakan metode ceramah dan tanya jawab kemudian kemampuan peserta didik untuk bertanya atau meminta bantuan dari guru masih kurang.

Metode TPS ini dapat membuat peserta didik merasa tidak cepat bosan dan menerima pembelajaran dengan baik.

Tujuan kajian ini adalah mendeskripsikan konsep dan implementasi TPS pada pembelajaran PKn di sekolah dasar.

Model pembelajaran kontekstual melalui pembelajaran kooperatif tipe (TPS) think pair share dapat dijadikan salah satu model pembelajaran yang sangat efektif untuk meningkatkan hasil belajar dan respon siswa khususnya pada pembelajaran PKn.

Menurut M Sunita (2014: 62) think pair share merupakan model pembelajaran dimana peserta didik berpikir secara mandiri tentang permasalahan yang diberikan oleh guru kemudian diskusi dengan pasangan dan membagikan hasil diskusi tersebut kepada teman di kelas.

Sama halnya menurut Shoimin (2014: 208) dalam pembelajaran TPS ini peserta didik diberikan kesempatan untuk berfikir sendiri, berdiskusi, saling membantu dengan teman kelompok, dan peserta didik dapat berbagi informasi kepada teman atau kelompok lain.

Sedangkan menurut Tint dan Nyunt (2015: 02) think pair share adalah model pembelajaran kooperatif yang cocok diterapkan untuk peserta didik yang baru belajar menggunakan model pembelajaran kooperatif.

Langkah-langkah TPS meliputi : berpikir (think), berpasangan (pair), dan berbagi (share).

Aktivitas memecahkan masalah bisa memotivasi siswa untuk berpikir kreatif dan menjadikan siswa lebih matang untuk menghadapi masalah dalam kehidupannya.

Hal ini sesuai dengan pendapat dari Retnam (1970:89) bahwa kegiatan belajar perlu mengutamakan pemecahan masalah.

Dengan menghadapi masalah peserta didik akan didorong untuk menggunakan pikiran secara kreatif dan bekerja secara intensif untuk memecahkan masalah yang dihadapi dalam kehidupannya.

Dengan metode TPS guru dapat mengubah gaya mengajarnya sehingga peserta didik tertarik.

Guru harus mampu menciptakan suasana belajar yang dapat meningkatkan motivasi peserta didik untuk turut aktif dalam kegiatan pembelajaran.

Karena proses belajar dapat berlangsung dengan adanya timbal balik antara guru dan peserta didik.

Dalam proses pembelajaran terdapat 2 kegiatan yang saling bersinergi yaitu guru mengajar dan peserta didik belajar.

Dengan metode TPS ini dapat meningkatkan aktivitas memecahkan masalah dalam mata pelajaran PKn siswa kelas 5B SDN Wonolelo 1, sehingga prestasi anak semakin meningkat. (nop/lis)

 

Oleh: Endah Setiorini, S.Pd.SD

Guru SDN Wonolelo 1 Sawangan Magelang

Editor : Tasropi
#Endah Setiorini #SDN Wonolelo 1 Sawangan Magelang #proses belajar #Pembelajaran PKn