RADARSEMARANG.ID, IPA merupakan ilmu yang terdiri dari produk dan proses. Pembelajaran IPA dapat disampaikan dengan mengajak siswa menemukan sendiri konsep yang ada di dalamnya.
Konsep-konsep yang ada dalam mata ajar IPA akan sulit diterima siswa apabila hanya mengandalkan komunikasi verbal yang dilakukan guru.
Suatu konsep dalam IPA akan mudah diterima siswa apabila dalam pembelajaran siswa dapat melihat proses ditemukannya suatu konsep atau teori tersebut.
Sejauh mana siswa menerima dan menguasai suatu konsep dalam IPA ditinjau dengan kemampuan memahami konsep IPA yaitu mampu menyelesaikan permasalahan yang ditentukan pada proses belajar mengajar, kemampuan tersebut ditunjukkan dengan nilai prestasinya.
Listrik statis merupakan salah satu materi yang membutuhkan alat maupun bahan di laboratorium.
Namun, alat dan bahan yang dijadikan media tersebut biasanya disediakan dalam jumlah terbatas.
Hal ini karena faktor biaya dari sekolah yang terbatas untuk pengadaan alat dan bahan pembelajaran IPA.
Dengan kondisi tersebut, guru masih mengajar menggunakan alat dan bahan seadanya, belum berusaha untuk membuat metode pembelajaran sendiri yang lebih sederhana dan tepat sasaran.
Akibatnya, materi yang diajarkan menjadi lebih sulit dipahami oleh siswa.
Selain itu, materi menjadi tampak abstrak dan asing di mata siswa, sehingga hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA rendah.
Untuk mengatasi kendala itu, guru mencoba memanfaatkan barang bekas dalam pembelajaran listrik statis.
Barang bekas yang digunakan antara lain adalah gelas bekas minuman, bolpoin atau pensil sebagai penyangga, kertas ukuran 11 cm x 5 cm, sedotan plastik, tisu, solder, gunting.
Pembelajaran listrik statis ini dirancang khusus sesuai pencapaian indikator yang diharapkan, sehingga akan mendukung pemahaman siswa terhadap materi tersebut. Dan diharapkan dampaknya akan terjadi peningkatan hasil belajar siswa.
Dalam pembelajaran listrik statis ini, siswa diajak melakukan praktikum secara berkelompok. Setiap kelompok terdiri atas 6 siswa.
Dari setiap kelompok tersebut siswa merancang alat praktikum dengan memotong kertas berukuran 11 cm x 5 cm menggunakan gunting.
Melipat kertas menjadi dua sisi, melubangi gelas bekas minuman menggunakan solder, menancapkan bolpoin atau pensil pada gelas bekas minuman yang sudah dilubangi tadi.
Menggosok sedotan plastik menggunakan tisu, meletakkan potongan kertas berukuran 11cm x 5 cm tadi di atas bolpoin atau pensil.
Mendekatkan sedotan plastik yang sudah digosok dengan tisu pada kertas, kemudian amati yang terjadi.
Ternyata sedotan plastik setelah digosok dengan menggunakan tisu akan bermuatan listrik negatif karena mendapat tambahan elektron dari tisu.
Sedangkan tisu bermuatan listrik positif karena kehilangan elektron.
Perbedaan muatan listrik antara sedotan plastik dengan kertas akan menimbulkan gaya tarik menarik antarmuatan sehingga kertas akan berputar mengikuti gerak sedotan plastik tadi.
Selain dapat menjelaskan dan mengerjakan soal listrik statis dengan baik, dengan metode ini proses pembelajaran dapat berjalan dengan menyenangkan.
Dari masukan yang diberikan siswa, setelah melakukan pembelajaran ini materi yang semula susah menjadi mudah dipahami.
Materi yang semula abstrak (hanya berada di bayangan siswa) ternyata siswa mampu memahaminya dengan baik.
Mengingat pada saat siswa melakukan praktikum listrik statis ini, seluruh indra siswa bekerja dan metode ini menjadikan pembelajaran menjadi interaktif.
Dari kegiatan pembelajaran listrik statis menggunakan barang bekas tersebut memungkinkan siswa dapat belajar lebih rileks.
Siswa lebih bersemangat, di samping menumbuhkan kerja sama, saling berkomunikasi, kreativitas, keterlibatan belajar, dan keterampilan mereka dalam merancang praktikum.
Berdasarkan paparan tersebut, pemanfaatan barang bekas diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada kompetensi listrik statis.
Serta dapat dijadikan referensi terhadap materi-materi lainnya dalam mata pelajaran IPA, maupun mata pelajaran yang lainnya. (nop/lis)
Oleh : Musyafiatun, S.Pd
Guru IPA MTs Negeri 3 Demak
Editor : Tasropi