RADARSEMARANG.ID, BELAJAR adalah kewajiban untuk semua orang. Belajar akan menyenangkan dan mendapatkan hasil yang maksimal kalau saat kita belajar terpenuhi segala fasilitas dan berada di tempat yang nyaman.
Selain itu model belajar juga sangat berpengaruh pada hasil akhir dari proses belajar. Dalam hal model belajar, kami menyesuikan dengan keadaan peserta didik.
Peserta didik dengan berbagai macam karakteristik maka model belajarnya juga harus disesuaikan dengan karakteristik masing masing peserta didik.
Menggambar dengan komputer menggunakan aplikasi autocad untuk peserta didik yang mempunyai bakat adalah menyenangkan tapi untuk peserta didik yang tidak mempunyai bakat dan minat maka itu sangat susah.
Untuk mengatasi permasalahan yang ada maka kami berusaha mencari model pembelajaran yang pas untuk berbagai karakteristik peserta didik sehingga diharapkan bisa menjadi daya tarik untuk peserta didik sehingga materi pelajaran dapat disampaikan dengan baik juga diterima peserta didik dengan senang hati.
Model pembelajaran yang kami gunakan untuk mengatasi masalah di atas adalah model pembelajaran diferensiasi.
Pembelajaran diferensiasi adalah pembelajaran yang dapat membantu memenuhi kebutuhan belajar setiap peserta didik.
Pembelajaran ini digagas oleh Carol Tomlinson, seorang pendidik, penulis, dan pembicara asal Amerika Serikat.
Dalam penerapannya, pembelajaran ini membagi dan mengelompokkan peserta didik ke dalam beberapa kelompok sesuai dengan karakteristiknya.
Peserta didik juga dapat mempelajari materi pelajaran sesuai dengan kemampuannya, apa yang disukai, dan kebutuhan masing-masing.
Dengan begitu, peserta didik tidak merasa frustasi dan gagal dalam pengalaman belajarnya.
Ciri khas dari pembelajaran diferensiasi yang pertama adalah bersifat proaktif, disini kami merencanakan pembelajaran yang berbeda-beda untuk setiap peserta didik.
Kedua menekankan kualitas daripada kuantitas, kualitas dari tugas menggambar dengan komputer menggunakan aplikasi autocad yang dikerjakan peserta didik menjadi fokus utama pada pembelajaran diferensiasi.
Daripada kuantitas tugas menggambar dengan komputer menggunakan aplikasi autocad yang diberikan.
Jadi, bukan berarti peserta didik yang sudah selesai mengerjakan tugasnya, akan diberikan lagi tugas tambahan yang sama, tapi peserta didik tersebut akan diberikan tugas lain yang berbeda agar dapat menambah keterampilan menggambar dengan komputer menggunakan aplikasi autocad, ketiga berakar pada asesmen.
Disini penulis selalu melakukan berbagai asesmen untuk mengetahui kondisi dan tingkat pemahaman dalam menggambar dengan komputer menggunakan aplikasi autocad peserta didik pada setiap pembelajaran.
Keempat menyediakan berbagai pendekatan dalam hal ini dapat disesuaikan dengan tingkat kesiapan peserta didik dalam mempelajari materi menggambar dengan komputer menggunakan aplikasi autocad, minat, dan gaya belajar mereka.
Yaitu konten (apa yang dipelajari), proses (bagaimana mempelajarinya), produk (apa yang dihasilkan setelah mempelajarinya), dan lingkungan belajar (iklim belajarnya).
Kelima, berorientasi pada peserta didik, kami akan lebih banyak mengatur waktu, ruang, dan kegiatan yang akan dilakukan peserta didik selama pembelajaran dengan praktik menggambar dengan komputer menggunakan aplikasi autocad daripada hanya menjelaskan materi saja, keenam campuran dari pembelajaran individu dan klasikal.
Ke tujuh bersifat hidup disini kami mengawasi bagaimana pelajaran dapat cocok dengan peserta didik dan bagaimana penyesuaiannya.
Ada tiga strategi pembelajaran diferensiasi yang dapat kami dilakukan yaitu, Yang pertama pembelajaran diferensiasi konten ,disini mengacu pada strategi kami dalam membedakan proses pembagian dan format penyampaian konten.
Dalam hal ini, konten adalah materi pengetahuan, konsep, dan keterampilan yang perlu dipelajari oleh peserta didik berdasarkan kurikulum.
Yang kedua pembelajaran diferensiasi proses yaitu strategi dalam membedakan proses yang harus dijalani setiap peserta didik yang memungkinkan mereka untuk berlatih dan memahami isi konten.
Yang ketiga pembelajaran diferensiasi produk, dalam hal ini mengacu pada kemampuan kami dalam memodifikasi produk hasil belajar peserta didik, hasil belajar, penerapan, dan pengembangan hal-hal yang telah dipelajari yaitu menggambar dengan komputer menggunakan aplikasi autocad.
Cara ini ternyata berhasil menarik dan menumbuhkan minat peserta didik terhadap pelajaran Desain Pemodelan Bangunan pada kelas XI Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 2 Salatiga.
Tujuannya agar peserta didik dapat lebih optimal dalam memahami capaian pembelajaran yang kami sampaikan dengan bisa lebih berperan aktif dalam proses pembelajaran sehingga akhir yang ingin dikembangkan dari model pembelajaran diferensiasi adalah mengoptimalkan capaian pembelajaran individu sesuai dengan karakteristik peserta didik, sehingga dapat meningkatkan prestasi dengan lebih maksimal. (igi/zal)
Oleh: Diah Muchamad Dina, S.Pd
Guru SMKN 2 Salatiga