RADARSEMARANG.ID, Profil Pelajar Pancasila di dalam program kurikulum merdeka belajar, sebagai langkah terwujudnya sumber daya manusia Indonesia yang unggul.
Pembelajaran yang diterapkan adalah pembelajaran intrakurikuler yang beragam. Dengan mengutamakan konten pembelajaran dalam mendalami dan memahami konsep serta penguatan kompetensi.
Pembelajaran matematika pada tingkat dasar dan menengah menjadi kunci kesuksesan siswa dalam penguasaan dan pemahaman terhadap matematika.
Dengan berbagai karakteristik kemampuan siswa dalam memahami dan menerima materi matematika, diperlukan teknik pembelajaran yang pas. Agar guru bisa menanamkan berbagai konsep dasar matematika yang bisa dipahami siswa.
Pembelajaran sosial emosional perlu diterapkan dalam menciptakan suasana belajar yang berbasis pada perkembangan setiap individu.
Pembelajaran berdiferensiasi sebagai perwujudan pembelajaran yang mengakomodir kebutuhan siswa yang berbeda-beda.
Oleh karena itu, sebagai wujud dan implementasi, maka dilakukan kajian terhadap penerapan pembelajaran berdiferensiasi pada mata pelajaran matematika di SMP Negeri 1 Mranggen pada semester genap tahun pelajaran 2022/2023.
Tujuannya untuk mengetahui dan mendeskripsikan proses pembelajaran berdiferensiasi, serta pencapaian hasil belajar melalui hasil evaluasi diakhir pembelajaran.
Pembelajaran berdiferensiasi sebagai upaya memadukan perbedaan untuk memperoleh informasi, membuat ide, dan mengekspresikan atau menyampaikan hasil yang telah siswa pelajari.
Pembelajaran berdiferensiasi merupakan pembelajaran yang mengakomodasi kebutuhan setiap individu untuk memperoleh pengalaman belajar dan penguasaan terhadap konsep yang dipelajari (Nurdini, 2021; Kamal, 2021; Lupita & Hidajat, 2022).
Ada tiga aspek penting sebagai kebutuhan belajar siswa dalam pembelajaran berdiferensiasi (Tomlinson, 2001; Faiz dkk, 2022), diantaranya: 1) kesiapan belajar, yaitu siswa siap dengan materi baru untuk menghadapi proses pembelajaran selanjutnya; 2) minat belajar yaitu siswa memiliki motivasi secara pribadi dalam mendorong keinginan untuk belajar; dan 3) profil belajar siswa terkait dengan faktor bahasa, kesehatan, budaya, keadaan lingkungan dan keluarga, dan kekhususan lainnya.
Guru menunjukkan di depan kelas salah satu benda berbentuk jejaring tabung dengan beberapa pertanyaan pemantik (diferensiasi konten berdasar kesiapan).
Secara berkelompok siswa membaca tulisan bergambar terkait dengan benda-benda dalam kehidupan nyata siswa dengan menerapkan tutor sebaya (diferensiasi proses).
Kemudian siswa menyampaikan hal-hal yang sudah diketahui setelah membaca gambar, selanjutnya berdiskusi dalam membuat gambar dan menentukan rumus luas permukaan tabung dengan menggunakan informasi yang dapat bersumber dari artikel online, video, buku paket, atau sumber yang relevan lainnya (diferensiasi proses).
Kemudian masing-masing kelompok mempresentasikan hasil diskusinya didepan kelas.
Pembelajaran berdiferensiasi yang digunakan di SMP Negeri 1 Mranggen menggunakan pendekatan pembelajaran yang beragam (multiple approach) dalam konten, proses, dan produk.
Diferensiasi konten yaitu kaitannya dengan yang dipahami dan dipelajari oleh siswa, diferensiasi proses kaitannya dengan perolehan informasi untuk siswa belajar, dan diferensiasi produk kaitannya dengan yang sudah dipelajari dan dipahami oleh siswa.
Pembelajaran berdiferensiasi yang dilakukan menunjukkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
Penerapan pembelajaran berdiferensiasi terhadap mata pelajaran matematika dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
Melalui pengkalsifikasian kemampuan siswa, menggunakan pengembangan materi yang bervariasi sesuai kemampuan siswa, dan melakukan pendekatan secara individu. (ipa1/fth)
Oleh : Sriyanto, S.Pd., M.Pd.
Guru SMP Negeri 1 Mranggen Demak