Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Asyiknya Membuat Berpuisi dengan Ngetrip

Tasropi • Rabu, 28 Juni 2023 | 22:05 WIB

Photo
Photo
RADARSEMARANG.ID - Menulis puisi merupakan salah satu capaian pembelajaran di fase E-Kurikulum Merdeka.

Yaitu peserta didik mampu menulis gagasan, pikiran, pandangan, arahan atau pesan tertulis untuk berbagai tujuan secara logis, kritis, kreatif dalam bentuk teks informasional  dan fiksi.

Untuk menulis dengan baik dibutuhkan latihan teratur dan pendidikan yang terprogram. Faktanya, kemampuan peserta didik SMK dalam bidang sastra khususnya menulis puisi masih rendah.

Mereka lebih suka bermain gadget, berbicara dengan teman, dan menganggap pembelajaran puisi kurang bermanfaat.

Ketika  guru menguji kompetensi menulis puisi, peserta didik menggunakan jalan pintas yaitu mengambil dari internet dengan sedikit modifikasi. Kalau ada yang membuat sendiri, diksi yang digunakan masih lugas. Mereka kesulitan dalam menyusun kata-kata.

Untuk menyelesaikan persoalan tersebut, guru harus memiliki kemampuan mengelola kelas dengan baik. Guru harus lebih kreatif mencoba dan mengembangkan berbagai metode pembelajaran.

Metode field trip dapat digunakan sebagai alternatif untuk meningkatkan kemampuan menulis puisi. Metode ini dilakukan dengan mengamati langsung lingkungan sekitar.

Bisa dengan melakukan kunjungan atau karya wisata pada tempat tertentu dengan tujuan menciptakan pembelajaran efektif, efisien,  dan menyenangkan. Mereka bisa menikmati indahnya alam di luar kelas atau luar sekolah.

Tidak harus mahal, peserta didik bisa dibawa ke taman sekolah, kolam, lapangan, jalan raya, sawah, sungai, pantai, dll. Field trip membawa suasana baru dalam menyentuh objek secara langsung.

Dengan ngetrip, peserta didik bahagia, dan mereka bisa berimajinasi melukiskan apa yang dilihat dengan merangkai kata demi kata.

Semua itu dituangkan dalam tulisan meskipun dengan kata-kata seadanya. Kata-kata itulah yang nantinya akan dicarikan padanannya dalam bentuk kata-kata indah, padat, sarat makna dalam bahasa puisi.

Pada awalnya memang tidak sesuai dengan yang kita harapkan. Tetapi  jika dilatih terus akan terbiasa menyusun kata-kata padat, indah, penuh imajinasi.

Guru harus lebih semangat dan sabar dalam mendampingi dan melatih peserta didik selama proses pembelajaran berlangsung.

Perlu kita ketahui proses berpikir pasti didasari pengalaman. Adapun  pengalaman terbaik adalah segala sesuatu yang dialami sendiri.

Pengalaman melalui metode field trip cocok untuk mengembangkan kompetensi peserta didik. Untuk menggali pengalaman peserta didik, diawali pertanyaan pemantik dan  berdiskusi seputar puisi sebelum melakukan perjalanan atau trip.

Peserta didik akan lebih mudah menyusun kata-kata. Guru mendampingi dan memandu peserta didik dalam memilih diksi yang sesuai dengan tema puisi. Akhirnya  peserta didik akan memperoleh banyak pengalaman baru dan kompetensi menulis puisi menjadi lebih baik. (ipa1/fth)

 

Oleh : Siti Aminatun, S.Pd., M.Par.

Guru Bahasa Indonesia SMK Negeri 4 Kendal

Editor : Baskoro Septiadi
#Capaian Pembelajaran