Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Belajar Keragaman Budaya dengan Model Role Playing

Agus AP • Senin, 19 Juni 2023 | 04:03 WIB
Siti Isrowiyah, S.Pd.SD
Siti Isrowiyah, S.Pd.SD
RADARSEMARANG.ID, Seiring perkembangan zaman, kebudayaan di Indonesia semakin terkikis. Khususnya pada siswa sekolah dasar. Guru harus berusaha menumbuhkan semangat pada siswa agar memiliki rasa memiliki dan mencintai budaya sendiri. Salah satu bentuk inovasinya adalah mengaplikasikan model yang menarik dalam pembelajaran.

Hasil observasi dalam pembelajaran pada siswa kelas IV SDN Rejosari 01 Kecamatan Tersono Kabupaten Batang, menunjukkan siswa kurang memahami materi keragaman budaya di Indonesia.

Siswa belum bisa menjelaskan keragaman budaya dan menyebutkan penyebaran suku-suku bangsa di Indonesia. Untuk mengatasi masalah tersebut, penulis mencoba menerapkan model Role Playing.

Model role playing adalah suatu model mengajar yang menyajikan bahan pelajaran dengan mempertunjukkan dan mempertontonkan tingkah laku dalam suatu masalah yang diperankan. Role playing merupakan salah satu jenis model pembelajaran yang bersifat kompleks.

Sedangkan menurut Hidayati (2004) role playing adalah salah satu bentuk permainan pendidikan yang dipakai untuk menjelaskan peranan, sikap, tingkah laku, dan nilai dengan tujuan menghayati perasaan, sudut pandang, dan cara berpikir orang lain.

Tujuan dari metode role playing yaitu mengajarkan tentang empati pada siswa (Ismail, 1998). Siswa diajak mengalami dunia dengan cara melihat dari sudut pandang orang lain. Siswa diminta membayangkan dirinya di posisi orang lain agar bisa menyelami perasaan dan sikap yang ditunjukkan orang lain, memahami dan peduli terhadap tujuan dan perjuangan dari orang lain, dan mencoba untuk berperan yang tidak biasa.

Langkah-langkah pembelajaran model role playing sebagai berikut: Pertama, guru menyusun skenario yang akan ditampilkan. Kedua, guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok dengan anggota empat sampai lima siswa. Ketiga, siswa memilih peran yang akan dimainkan. Ada yang berperan orang Jawa, Betawi, Sunda, Batak, dan lainnya.

Keempat, masing-masing kelompok berlatih sesuai perannya. Setiap anggota akan berperan sebagai orang dari suku tertentu yang akan mengenalkan asal daerah, bahasa yang dipakai, tarian daerah, atau lagu daerah yang dimilikinya dengan rasa bangga.

Kelima, setiap kelompok memainkan perannya, sedangkan guru dan kelompok lain sebagai penonton sekaligus pengamat. Keenam, guru bersama siswa melakukan refleksi, guru juga memberikan umpan balik dan penguatan terhadap penampilan siswa.

Pembelajaran menggunakan model role playing akan menumbuhkan kecintaan terhadap keragaman budaya di Indonesia. Dapat membuat siswa menjadi senang dan tertarik dalam pembelajaran. Karena mendapatkan pengalaman nyata yang membuat aktivitas belajar dan kesadaran untuk hidup rukun menjadi lebih baik.

Terutama bagi siswa kelas IV SDN Rejosari 01 Kecamatan Tersono Kabupaten Batang. Pemilihan model ini dapat menjadi alternatif agar variasi dalam pembelajaran lebih meningkat. (wa2/fth)


Guru SD Negeri Rejosari 01, Kecamatan Tersono, Kabupaten Batang Editor : Agus AP
#Belajar Keragaman Budaya #Guru SD Negeri Rejosari 01 #Model Role Playing #Siti Isrowiyah #SD Negeri Rejosari 01