Namun, nyatanya banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam memahami materi pembelajaran. Salah satunya pada mata pelajaran IPA.
Padatnya materi yang disampaikan dan memerlukan banyak pengamatan pada materi perkembangbiakan tumbuhan, membuat tak sedikit siswa mengalami miskonsepsi pada materi ini (Uriyah, et al., 2018). Hal ini tentu sangat berpengaruh pada kepahaman siswa. Pemahaman siswa yang tidak tepat.
Untuk mengatasi hal tersebut, guru dapat mengusahakan berbagai cara. Mulai dari penerapan metode pembelajaran sampai pemanfaatan media yang menarik siswa. Salah satu yang dapat menarik semangat belajar siswa adalah dengan membuat komik pembelajaran.
Awal kegiatan pembelajaran dapat dimulai dari diskusi materi. Kegiatan dilanjukan dengan melakukan pengamatan alat perkembangbiakan tumbuhan secara langsung. Siswa diminta mencatat apa saja yang telah berhasil diamati.
Setelah itu, siswa diajak untuk melakukan praktikum perkembangbiakan secara vegetatif. Pada kegiatan praktikum, siswa diminta menuliskan cara kerja yang dilakukan.
Ketika semua sudah dilakukan, siswa diminta berkelompok dan mendiskusikan mana perkembangbiakan tumbuhan yang menurut mereka menarik. Diusahakan tiap kelompok berbeda.
Guru kemudian memandu siswa untuk membuat draf komik. Mulai dari percakapan sampai desain layout. Pemeran, latar tempat, waktu, dan suasana juga harus ditentukan terlebih dahulu.
Komik dibuat menggunakan aplikasi Canva, untuk mempermudah siswa. Sebelumnya guru memperkenalkan apa itu aplikasi Canva, manfaat, dan fitur-fitur di dalamnya.
Draf percakapan yang dibuat siswa harus dikoreksi dulu oleh guru. Hal ini ditujukan untuk mengurangi adanya kesalahan dan miskonsepsi materi. Setelah draf percakapan dan layout selesai, siswa diminta untuk membuka aplikasi Canva dan guru memandu.
Siswa mendesain komik sesuai kreatifitasnya. Guru tetap mengawal dan membantu jika siswa mengalami kesulitan.
Setelah selesai dan sudah dikoreksi guru, siswa diminta mencetak komik yang sudah mereka buat. Antaranggota kelompok kemudian saling bertukar komik.
Tiap kelompok membaca komik hasil kelompok lain. Kegiatan dilanjutkan diskusi dan tanya jawab apabila ada materi di komik yang belum dipahami oleh siswa.
Komik yang sudah jadi dan didiskusikan tersebut ditempel di dinding kelas. Hal ini bertujuan agar siswa dapat selalu melihat dan membaca sehingga pemahaman siswa dapat meningkat.
Berdasarkan wawancara dengan siswa, komik yang mereka buat dapat menarik perhatian mereka dan menjadi lebih menyenangkan dalam belajar. Pemahaman siswa juga menjadi meningkat dibuktikan dari hasil belajar yang menunjukkan 87% siswa mendapatkan nilai di atas 80. (ipa1/lis)
Guru Kelas SDN Gumawang 02 Editor : Agus AP