Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Penerapan PBL dalam Pembelajaran Dasar-Dasar Keahlian Elektronika

Agus AP • Sabtu, 3 Juni 2023 | 20:45 WIB
Purwanto, S.Pd
Purwanto, S.Pd
RADARSEMARANG.ID, MEMOTIVASI peserta didik yang kesulitan memahami pelajaran adalah hal penting untuk dilakukan guru. Sebab motivasi menjadi salah faktor utama keberhasilan pembelajaran.

Disinilah, peran guru dituntut untuk tidak hanya mengajar secara tekstual saja. Tapi, juga harus bisa memotivasi siswa yang bermasalah dalam belajar. Nyatanya, siswa dengan motivasi belajar tinggi, akan memperoleh hasil belajar yang baik.

Model pembelajaran Project Based Learning (PBL), bisa menjadi solusi mengatasi siswa dengan motivasi rendah dalam belajar. Sebab, PBL mengarahkan peserta didik tidak sekedar belajar teks. Dengan duduk, diam, dengar dan lihat (D3L) atau sekedar memperhatikan penjelasan guru.

Namun, PBL mengajak peserta didik untuk mengalami pengalaman secara nyata terhadap apa yang telah dipelajarinya. Caranya dengan membuat projek pembelajaran dan praktik langsung.

Salah satunya yang dibuktikan penulis dalam pembelajaran Dasar-dasar Keahlian Elektronika pada siswa di SMKN 5 Surakarta. Kebanyakan peserta didik di SMK, menganggap pelajaran Dasar-dasar Keahlian Elektronika adalah pelajaran yang membosankan dan menjenuhkan. Hasilnya, peserta tidak bersemangat dalam mengikuti pelajaran.

Dengan model PBL, peserta didik diajak mengembangkan kemampuan berbasis pengetahuan dan berteknologi maju. Model PBL merupakan pendekatan pembelajaran yang berorientasi pada peserta didik.

Yakni menempatkan peserta didik tidak lagi sebagai obyek, tapi sebaliknya subyek. Sebab peserta didik akan mengembangkan ketrampilan dengan menggunakan tugas-tugas logis.

Karakteristik pembelajaran PBL memiliki empat dimensi. Pertama isi yang memuat gagasan-gagasan pokok dan orisinalitas. Kedua, kondisi yang mengutamakan otonomi pebelajar. Ketiga, aktivitas terkait dengan investigasi kelompok secara kolaboratif. Terakhir, hasil yang berupa produk nyata.

Keuntungan model PBL sangat banyak. Utamanya meningkatkan motivasi belajar peserta didik. Selain itu meningkatkan kemampuan untuk memecahkan masalah. Peserta didik juga dapat meningkatkan kolaborasi dan ketrampilan mengelola sumber.

Penerapan model PBL dalam pelajaran Dasar-dasar Keahlian Elektronika dapat dilakukan dalam lima langkah. Yakni menetapkan tema proyek, konteks belajar, dan merencanakan aktivitas. Selanjutnya memproses aktivitas-aktivitas dan menyelesaikan proyek.

Peran guru dalam PBL adalah sebagai fasilitator. Yakni membimbing peserta didik dalam mengerjakan tugas-tugas proyek. Selain itu memberikan ruang diskusi untuk membantu peserta didik yang mengalami kesulitan.

Hasil di SMKN 5 Surakarta, peserta didi menjadi antusias dan semangat dalam belajar. Terlihat selama keaktifan peserta proses pembelajaran. Selain itu, hasil nilai juga mengalami peningkatan. Artinya tingkat keberhasilan pembeljaran naik. (igi2/bud)


Guru SMK Negeri 5 Surakarta Editor : Agus AP
#Guru SMK Negeri 5 Surakarta #Purwanto #Pembelajaran Dasar-Dasar Keahlian Elektronika #Penerapan PBL #Dasar-Dasar Keahlian Elektronika