Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Tingkatkan Keberhasilan Pembelajaran Matematika dengan Think-Pair-Share

Agus AP • Senin, 22 Mei 2023 | 00:20 WIB
Neni Junaeda S.Pd
Neni Junaeda S.Pd
RADARSEMARANG.ID, Matematika merupakan ilmu yang sangat penting dalam segala aspek kehidupan manusia. Sebagai salah satu mata pelajaran di sekolah, memberikan andil bagi tercapainya tujuan pendidikan serta membentuk insan Indonesia yang produktif, kreatif, inovatif dan efektif.

Siswa memerlukan matematika untuk memenuhi kebutuhan praktis memecahkan masalah dan membantu memahami bidang studi lain. Yaitu fisika kimia arsitektur farmasi geografi ekonomi dan sebagainya.

Dalam pembelajaran matematika diperlukan latihan yang kontekstual. Untuk dapat membantu menyelesaikan masalah kontekstual digunakan teori sebagai berikut: Lie (dalam Thobroni dan Mustafa, 2011), mengemukakan Cooperative Learning adalah sistem pengajaran yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk bekerja sama dengan sesama siswa dalam tugas-tugas yang terstruktur.

Lundgren (dalam Ratumanan, 2002:109). Model pembelajaran kooperatif tipe Think-Pair-Share (TPS) atau berpikir berpasangan berbagi (Trianto, 2010:81) merupakan jenis pembelajaran kooperatif yang dirancang untuk mempengaruhi pola interaksi siswa.

Pertama kali dikembangkan Frank Lyman dan koleganya di Universitas Maryland sesuai yang dikutip Arends (1997), menyatakan bahwa Think-Pair-Share (TPS) merupakan suatu cara yang efektif untuk membuat variasi suasana pola diskusi kelas.

Ada tiga langkah dalam model ini. Yakni berpikir (think), berpasangan (pair), dan berbagi (share) (Indien, 2012). Pada tahap pendahuluan Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai dan topik inti materi.

Di tahap Berpikir (Thinking) Guru membagikan LKS kepada siswa dan meminta siswa menggunakan waktu beberapa menit untuk berpikir sendiri mengenai pertanyaan yang diajukan oleh guru.

Tahap Berpasangan (Pairing) Guru meminta siswa berpasangan dan mendiskusikan apa yang telah diperoleh pada tahap berpikir (think) tentang pertanyaan atau masalah yang diajukan guru.

Tahap Berbagi (Sharing) Guru meminta pasangan-pasangan untuk berbagi dengan keseluruhan kelas yang telah dibicarakan dengan cara menunjuk secara acak. Hal ini efektif untuk berkeliling ruangan dari pasangan ke pasangan dan melanjutkan sampai sekitar sebagian pasangan mendapat kesempatan untuk melaporkan.

Guru menilai dan memberikan umpan balik atas hasil diskusi. Di tahap penghargaan Guru memberikan penghargaan secara individu maupun kelompok yang berhasil menjawab tugas dengan baik.

Keunggulan model pembelajaran kooperatif tipe Think-Pair-Share (TPS) memberi kesempatan lebih kepada siswa bekerja sendiri sekaligus bekerja sama dengan teman lainnya (Thobroni dan Mustafa, 2011).

Kelemahannya menurut Basri (dalam Thobroni dan Mustafa, 2011:302), a) Memerlukan koordinasi secara bersamaan dari berbagai aktivitas, b) Memerlukan perhatian khusus dalam penggunaan ruang kelas. c) Peralihan dari seluruh kelas ke kelompok kecil dapat menyita waktu pengajaran yang berharga. Untuk itu, guru harus membuat perencanaan yang seksama sehingga dapat meminimalkan jumlah waktu yang terbuang.

Penggunaan strategi pembelajaran yang bervariasi perlu dilakukan guru guna memacu semangat dan ketertarikan siswa untuk mempelajari matematika. Model kooperatif tipe Think-Pair-Share (TPS) memberi kesempatan lebih kepada siswa bekerja sekaligus bekerja sama dengan teman sehingga pembelajaran matematika berhasil dengan baik. (ds1/fth)

Guru SMP Negeri 2 Salatiga Editor : Agus AP
#Pembelajaran Matematika dengan Think-Pair-Share #Neni Junaeda #Tingkatkan Keberhasilan #Guru SMP Negeri 2 Salatiga