Berita Semarang Raya Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto Jateng

Pebelajaran Diferensiasi pada Materi ASEAN

Agus AP • Minggu, 21 Mei 2023 | 19:01 WIB
Suryati, S.Pd
Suryati, S.Pd
RADARSEMARANG.ID, Salah satu pelajaran yang kurang diminati siswa adalah Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Selain muatan materinya banyak, siswa juga banyak yang kurang menyukai metode hafalan.

Dengan menghafal, mereka harus banyak membaca. Pada tahun-tahun sebelumnya, di kelas 6, materi ini disajikan dengan metode menggambar dan menjelaskan. Siswa diminta menggambar peta ASEAN, kemudian setiap siswa mendapatkan tugas menjelaskan satu hal. Misalnya budaya atau bagian lainnya yang dapat menjelaskan tentang negara-negara yang masuk dalam ASEAN.

Hasil pembelajaran materi ini ternyata belum signifikan, dan belum memperlihatkan pemahaman siswa. Siswa sekadar mengumpulkan tugas dan saat diuji dengan penilaian harian, hasilnya hanya 27% yang memperoleh nilai mencapai KKM. Siswa 27% tersebut setelah diamati ternyata sangat suka membaca buku.

Kelas 6 sebetulnya masih menggunakan kurikulum 2013, tetapi karena saat ini sudah banyak guru yang memahami pembelajaran yang berpihak pada siswa, maka tidak ada salahnya guru mencoba melakukan sebagian dari kurikulum merdeka.

Guru melakukan pemetaan minat dan gaya belajar siswa terlebih dahulu dengan menggunakan asesmen minat dan gaya belajar yang sederhana dan mudah dipahami siswa. Hasil analisis asesmen, ditemukan ada tiga jenis gaya belajar yang dimiliki siswa kelas 6 SDN Mangunsari 01 Salatiga, yaitu gaya belajar visual, audiotori, dan kinestetik.

Jumlah siswa kelas 6 adalah 28 dan yang memiliki gaya belajar visual ada13 siswa, gaya belajar auditori 10 siswa, dan 5 siswa yang memiliki gaya belajar kinestetik. Pada pertemuan berikutnya, guru membuat perencanaan yang lebih baik. Melihat gaya belajar yang dimiliki siswa kelas 6, guru menyiapkan materi tentang ASEAN dalam beberapa bentuk.

Misalnya video, gambar, rekaman suara, peta yang dilengkapi dengan keterangan keunggulan tiap negara, buku pelajaran, dan juga buku-buku ensiklopedi yang menarik lainnya.

Pada saat proses pembelajaran dimulai, guru menjelaskan tujuan dan jalannya pembelajaran. Siswa dapat memilih sendiri cara belajar yang disenangi dan guru memfasilitasi proses tersebut.

Pada awalnya, terjadi keramaian dan keributan karena siswa yang sedang mendengarkan rekaman merasa terganggu dengan kelompok yang diskusi dan terkesan ramai. Guru kemudian membawa keluar ruangan untuk kelompok yang senang belajar dengan cara mendengarkan rekaman suara.

Kelompok ini butuh keheningan untuk berkonsentrasi. Kelompok yang kinestetik, terlihat berjalan ke sana kemari melihat peta, membuka referensi lainnya. Sedangkan kelompok visual, duduk melihat video yang diputar pada laptop guru.

Guru membebaskan tiap anak untuk memilih sendiri bagaimana harus belajar. Ternyata pada saat mereka belajar, ada yang awalnya memiliki gaya belajar visual, lebih memilih belajar dengan bergerak, dan sebagainya.

Setelah waktu belajar selesai, guru memberikan petunjuk lanjutan supaya setiap kelompok membuat laporan sederhana tentang materi yang sudah dipelajarinya. Bentuk laporan bebas, sesuai kemampuan masing-masing.

Hasil laporan yang dibuat siswa ada yang berbentuk peta konsep, power point, dan ada juga gambar. Setiap kelompok diminta mempresentasikan di depan teman-temannya.

Dalam hal ini, guru melatihkan keterampilan dan juga keberanian dalam menyampaikan pendapat. Hasil presentasi bagus, hanya ada 1 kelompok yang terlihat bingung pada saat harus menjelaskan, tetapi kemudian dengan bimbingan guru, dapat menyelesaikan presentasinya dengan baik.

Pada akhir pembelajaran, guru melakukan post test pada materi ini, dan hasilnya, 24 siswa bisa mengerjakan soal dengan baik dan bisa melampaui KKM yang sudah ditetapkan.

Keuntungan pembelajaran yang berpihak pada siswa ini sangatlah kompleks. Antara lain, tenaga guru tidak terkuras habis untuk menjelaskan. Karena siswa dapat menemukan sendiri konsepnya dengan cara masing-masing, guru tinggal melakukan penguatan dan pemberian motivasi.

Bagi siswa akan memiliki rasa percaya diri yang lebih besar karena diberikan ruang dan juga kesempatan untuk mengembangkan diri sesuai kemampuannya. (ds1/lis)

Guru Kelas VI SDN Mangunsari 01 Salatiga
Editor : Agus AP
#Suryati #Materi ASEAN #Pebelajaran Diferensiasi #Guru Kelas VI #SDN Mangunsari 01 Salatiga