Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Meningkatan Kreativitas Siswa dengan Metode PjBL

Agus AP • Minggu, 19 Februari 2023 | 22:35 WIB
Oleh : Ahmad Sukroni, S.Pd
Oleh : Ahmad Sukroni, S.Pd
RADARSEMARANG.ID, Senam irama menjadi materi pokok pada pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK) di kelas V semester 2.

Materi ini tertuang dalam kurikulum 2013 dengan KD 3.7 Memahami penggunaan kombinasi gerak dasar langkah dan ayunan lengan mengikuti irama (Ketukan) tanpa/dengan musik dalam aktivitas gerak berirama, dan 4.7 Mempraktikkan penggunaan kombinasi gerak dasar langkah dan ayunan lengan mengikuti irama (Ketukan) tanpa/dengan musik dalam aktivitas gerak berirama

Materi senam irama membutuhkan olah gerak seluruh tubuh mengikuti sebuah irama ketukan. Dalam proses pembelajaran kelas V SDN Jrebenkembang Kecamatan Karangdadap untuk aspek pengetahun tantang materi senam irama siswa sudah dapat mencapai ketuntasan belajar. Namun aspek keterampilan banyak siswa yang masih kesulitan.

Awalnya pembelajaran senam irama dilakukan dengan memberikan tayangan video senam. Kemudian siswa mempraktikkan gerakan yang sudah dilihat.

Tetapi sebagian siswa ada yang kesulitan dalam menerapkannya. Karena menganggap gerakan terlalu sulit. Selain itu siswa belum bisa mempraktikkan gerakan senam irama tersebut sesuai dengan irama ketukannya.

Guru PJOK harus selalu melakukan inovasi agar tujuan pembelajaran tercapai dengan maksimal. Untuk itu penulis memilih menggunakan metode PjBL (Project Based Learning).
Senam irama menurut Sumarjo (2010:68) yakni senam irama merupakan salah satu dari jenis gerakan senam.

Senam irama dibedakan menjadi dua macam, yaitu senam irama menggunakan alat dan senam irama tanpa alat. Namun gerakan-gerakan yang dipilih dapat untuk menjaga kelenturan tubuh.

Metode PjBL menurut Fathurrohman (2016: 119) mengatakan bahwa Pembelajaran berbasis proyek yakni model pembelajaran yang berbasis proyek atau kegiatan agar tercapai kompetensi sikap, pengetahuan serta keterampilan.

Pembelajaran ini selain siswa memahami suatu hal tetapi juga dapat menghasilkan produk yang bermakna dan bermanfaat.

Langkah – langkah proses pembelajaran menggunakan metode PjBL adalah; Penentuan pertanyaan mendasar (start with essential question), Menyusun perencanaan proyek (design project), Menyusun jadwal (create schedule),

Memantau siswa dan kemajuan proyek (monitoring the students and progress of project), Penilaian hasil (assess the outcome) dan Evaluasi pengalaman (evaluation the experience).

Untuk itu, penulis memulai metode pembelajaran ini diawali dengan membagi siswa menjadi beberapa kelompok. Kemudian menjelaskan materi tentang senam irama dilanjutkan menyusun rencana dan langkah-langkah dalam PjBL. Dalam prosesnya, siswa diberi waktu menciptakan rangkaian gerakan senam irama di masing-masing kelompoknya.

Pertemuan berikutnya guru memantau proses belajar siswa dan kemajuan proyek rangkaian gerakan senam irama yang telah siswa ciptakan. Dalam proses ini guru berperan sebagai fasilitator membantu siswa menyelesaikan masalah yang muncul dalam proses pembelajaran.

Pada pertemuan terakhir dilakukan penilaian. Masing-masing kelompok menampilkan rangkaian gerak senam irama di depan kelas. Dalam proses evaluasi diperoleh hasil bahwa setiap kelompok dapat menampilkan rangkain gerakan senam irama berbeda-beda sesuai kemampuan masing-masing.

Hal ini membuktikan penerapan metode PjBL dalam pembelajaran senam irama dapat meningkatkan kreativitas siswa dalam menciptakan rangkain gerakan senam yang benar dan sesuai irama ketukan. (gp/fth)

Guru SDN Jrebengkembang, Kecamatan Karangdadap, Kabupaten Pekalongan Editor : Agus AP
#Kreativitas Siswa Metode PjBL #Ahmad Sukroni #Guru SDN Jrebengkembang