Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Drilling Method Aktifkan Siswa Belajar Tenses

Agus AP • Selasa, 29 November 2022 | 03:28 WIB
Ira Yuni Astuti, S.Pd
Ira Yuni Astuti, S.Pd
RADARSEMARANG.ID, Harus diakui pembelajaran bahasa Inggris di sekolah masih belum dapat memberikan hasil memuaskan. Seperti penguasaan materi simple past tense sebagai salah satu kompetensi yang harus dikuasai siswa untuk dapat membaca, memahami dan menyusun teks Recount.

Sebagian besar siswa masih mengalami kesulitan dalam mempelajari penggunaan verb/kata kerja 2 dan kata kerja bantu seperti penambahan did untuk kalimat negatif dan interrogativenya.

Pada Capaian Pembelajaran (CP) kelas X / Fase E, siswa menggunakan bahasa Inggris untuk berkomunikasi dengan guru, teman dan orang lain. Mereka menggunakan dan merespon pertanyaan dan menggunakan strategi untuk memulai dan mempertahankan percakapan dan diskusi.

Mereka memahami dan mengidentifikasi ide utama dan detail relevan dari diskusi atau presentasi mengenai topik yang dekat dengan kehidupan pemuda.

Mereka menggunakan bahasa Inggris untuk menyampaikan opini terhadap isu yang dekat dengan kehidupan dan membahas minat. Mereka memberikan pendapat dan membuat perbandingan. Mereka menggunakan elemen non-verbal seperti bahasa tubuh, kecepatan bicara, dan nada suara untuk dapat dipahami dalam sebagian konteks. Dengan penggunaan Metode “drill” akan dapat menutupi keterbatasan-keterbatasan yang mungkin menghambat kualitas proses dan hasil pembelajaran bahasa Inggris di Sekolah Menengah Kejuruan.

Drill berarti latihan yang berulang-ulang. Baik yang bersifat “trial and error” ataupun melalui prosedur rutin tertentu (Sardiman, 2006:23).

Menurut Richards dan Platt (1993:117) metode ini biasa digunakan dalam pembelajaran bahasa untuk melatih bunyi bahasa (sounds) atau pola-pola kalimat dalam bahasa yang berdasarkan latihan dan pengulangan yang dipandu.

Dengan kata lain, drill merupakan latihan dengan praktik yang dilakukan berulang kali atau kontinyu oleh siswa untuk mendapatkan pengetahuan dan keterampilan tertentu sehingga menjadi permanen, mantap dan dapat dipergunakan setiap saat secara otomatis.

Ada bermacam-macam drills yang dapat dilakukan guru seperti misalnya substitution drills atau question and answer drills. Substitution drills dapat digunakan untuk melatih struktur atau mengubah satu atau dua kata ganti dalam drills. Sementara dalam question and answer drills siswa diberi pertanyaan kemudian siswa menjawab dengan kata-kata yang telah disiapkan.

Secara sederhana, drilling adalah mendengarkan sebuah contoh atau model yang diberikan oleh guru atau melalui rekaman, atau siswa lain dan mengulangi apa yang didengar. Untuk mengajarkan simple past tense kepada siswa kelas X semester kedua, penulis memberikan drills kepada siswa dengan menggunakan substitution drills dan question and answer drills.

Setelah menerangkan dan memberi contoh kalimat beberapa kali, siswa diminta menirukan contoh kalimat yang diberikan guru berulang-ulang. Tahap pertama dilakukan secara keseluruhan dan semua siswa menirukan guru.

Kedua satu per satu siswa diminta mengulangi contoh yang diberikan guru dengan mengubah kata kerja keduanya. Setelah berlatih secara lisan kemudian dilanjutkan dengan para siswa diminta untuk menulis kalimat sejenis menggunakan gambar.

Bagi penulis, teknik drilling tetap diperlukan dan sangat bermanfaat dalam mengajarkan Bahasa Inggris di SMKN 10 Semarang terutama untuk siswa kelas X Teknik Bisnis Sepeda Motor (TBSM).

Latihan dengan teknik ini memberi siswa berlatih lebih sering dalam keterampilan mendengarkan dan mengucapkan kata-kata atau frasa-frasa tertentu. Selain itu membantu siswa menirukan intonasi yang cenderung agak berbeda dari bahasa ibu mereka. Dengan teknik ini para siswa bisa memperoleh umpan balik secara langsung dari guru atas penampilan berbahasa mereka. (ko/fth)


Guru Bhs Inggris SMKN 10 Semarang Editor : Agus AP
#SMKN 10 Semarang #Ira Yuni Astuti #Guru Bhs Inggris #Siswa Belajar Tenses #Drilling Method