Sekarang banyak dijumpai anak-anak cenderung menghabiskan waktu di depan hp dibandingkan menghafal alquran. Apalagi harus hafalan. Rata-rata kebiasaan anak pada zaman sekarang malas untuk mempelajari alquran anak-anak lebih senang bermain game dan menonton film kartun.
Oleh karena itu, peranan kepala madrasah, guru dan orang tua sangat berpengaruh terhadap karakter anak sehingga program pembiasaan yang telah dilakukan di MI Ma’arif Ar-Rohmah Jrebengkembang yaitu Hafalan Juz Amma atau juz 30 dalam alquran diharapkan dapat menjadikan anak terbiasa dalam membaca alquran terutama di dalam menghafal Juz Amma.
Berdasarkan hasil survey awal di MI Ma’arif Ar-Rohmah Jrebengkembang karakter dimulai dari suatu pembiasaan. Kegiatan hafalan Juz Amma dapat membentuk kepribadian yang baik. Orang yang melakukan hafalan Juz Amma akan membentuk kepada akhlak yang baik. Karena akhlak akan menjadi ukuran yang baik di dalam kepribadian terutama di dalam pembentukan karakter. Sehingga pembiasaan melalui menghafal alquran akan membentuk anak berkarakter yang baik seperti karakter religius akan melekat dalam pribadi anak yang ikut dalam hafalan alquran.
Perlunya pembentukan karakter pada setiap peserta didik yang berada dalam jenjang pendidikan formal maupun non formal. Karena dengan pembentukan karakter bangsa ini akan melahirkan generasi yang berakhlakul karimah yaitu berakhlak mulia. Prospek tingkat hafalan pada usia Madrasah Ibtidaiyyah (MI) memiliki peluang yang sangat besar karena daya ingat atau kemampuan menghafal pada usia tersebut masih sangat baik (Ferdinan:2018).
Disini pelaksanaan program hafalan Juz Amma dengan beberapa tujuan. Pertama, agar siswa dapat menghafal Juz Amma. Program ini bagi anak agar dapat membaca Alquran secara fasih dan tartil. Kedua, program hafalan Juz Amma bertujuan untuk mendorong, membina dan membimbing siswa untuk mencintai alquran dan mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Target hafalan bagi para siswa MI Ma’arif Ar-Rohmah Jrebengkembang setiap tahun yaitu maksimal dapat menghafal 10 surat. Adapun target setoran hafalan siswa dalam setiap bulannya minimal satu surat dan maksimal siswa dapat menghafal 2 Surat. Diharapkan siswa setelah lulus dari MI Ma’arif Ar-Rohmah Jrebengkembang mampu menghafal maksimal Juz Amma.
Hasilnya menunjukan bahwa harapan yang diinginkan pihak sekolah : Pertama, dapat melahirkan para generasi yang kemudian bertauhid dan berprestasi. Dengan adanya pelaksanaan kegiatan-kegiatan keagamaan yaitu sholat dhuha dan ibadah-ibadah lainnya, diharapkan siswa mampu menerapkan pembiasaan-pembiasaan tersebut tidak hanya di sekolah melainkan siswa juga mampu menerapkannya di rumah.
Pelaksanaan pembiasaan hafalan Juz Amma sangat berpengaruh terhadap karakter siswa yang dapat dilihat dari semakin banyak hafalan siswa maka akan semakin baik pula karakternya. Setelah mengikuti kegiatan tersebut peserta didik di menjadi lebih antusias dalam hal-hal yang positif. Semisal senang melaksanakan ibadah salat berjamaah.
Kedua, banyak atau sedikitnya hafalan siswa juga dapat berpengaruh terhadap karakter siswa. Dimana para guru di selalu memberikan nasehat kepada siswanya bahwa mereka adalah penghafal alquran dan ketika seorang penghafal alquran melakukan dosa dan kemaksiatan maka hal tersebut akan berpengaruh kepada hafalan mereka.
Oleh karenanya para siswa selalu berhati-hati dalam bertindak agar tidak terjerumus ke dalam perbuatan dosa. Mempelajari dan menghafalkan Alquran ini sesuai dengan Hadits Nabi Muhammad SAW yang artinya “Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Alquran dan mengajarkannya” (HR. Bukhari). (gp/fth)
Kepala MI Ma’arif Ar-Rohmah Jrebengkembang Kec. Karangdadap Kab. Pekalongan Editor : Agus AP