Di era sekarang anak-anak kita kurang paham akan makna kebajikan. Serta kehilangan nilai kebajikan dalam pola pikir keseharian di dalam pergaulan. Oleh karena itu guru bersama-sama peserta didik mempelajari arti norma dalam berperilaku penerapan sifat kebajikan itu.
Kebajikan yang pertama diidentifikasi oleh ahli filsafat asal Yunani, Aristoteles dan Plato yang menganggap kesederhanaan, kebijaksanaan, keadilan, dan keberanian sebagai empat karakter yang paling disukai.
Setelah Perjanjian Baru ditulis, keempat kebajikan tersebut dikenal sebagai kebajikan utama, sedangkan iman, harapan, dan kasih sebagai kebajikan teologal. Tetapi Stalker, dalam bukunya, The Seven Cardinal Virtues berkata, "Itu adalah suatu keuntungan yang berbeda untuk diingatkan bahwa karakter manusia ditentukan oleh sikap yang dilakukan oleh setiap manusia (siswa-siswi)”.
Dalam pembelajaran mengenai norma kebajikan, guru menerapkan sistem pembelajaran kooperatif jigsaw. Langkah-langkah pembelajaran jigsaw yakni pertama perkenalkan strategi dan topik yang akan dipelajari oleh siswa. Bentuk kelompok kecil, setiap kelompok terdiri 6 siswa. Setiap kelompok diberikan tugas yang berbeda.
Siswa bergabung dengan siswa lain dari kelompok berbeda dengan tugas yang sama, menghitung dengan angka 1 sampai 5 bergantian dan hitungan diulang-ulang selama 5 putaran hitungan dengan sejumlah total siswa 30.
Hal yang dibahas dalam 5 bagian nilai kebajikan adalah contoh tindakan yang mengandung nilai-nilai kebaikan di masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Berikut dari hasil kelompok peserta didik dalam proses diskusi kelompoknya dibacakan tips kelompok di depan kelas dan kelompok lainnya menyanggah.
Kelompok 1 : baik hati. Sikap baik hati dapat ditanamkan diri dengan melakukan kebiasaan-kebiasaan baik. Misalnya bersikap murah hati, memperlakukan sahabat lain dengan penuh rasa hormat. Serta bersedia untuk minta maaf ketika melakukan kesalahan maupun memaafkan kesalahan teman lain. Selain itu, sikap baik hati juga dapat ditunjukkan melalui perasaan simpati dan empati terhadap sesama teman.
Kelompok 2 : Kejujuran. Kejujuran adalah kebiasaan tindakan yang menunjukkan sikap atau mengatakan suatu hal sesuai dengan fakta. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa jujur berarti tidak bohong.
Kelompok 3 : Sopan santun. Sopan santun adalah wujud tindakan sosial bernilai kebaikan yang sangat bermanfaat dalam kehidupan bermasyarakat karena pergaulan di sekolah. Sehingga harus dapat menunjukkan sopan santun ketika berinteraksi dengan teman serta guru-guru, baik secara langsung maupun tidak langsung. Contoh sopan santun tersebut dapat mencakup berbagai aspek termasuk cara berpakaian dan cara berbicara terhadap teman dan guru.
Kelompok 4 : Saling menghormati. Karakter kebiasaan mengormati juga tak kalah penting dalam kehidupan lingkungan sekolah dan di masyarakat. Karena jika kita ingin dihormati oleh orang lain, maka kita juga harus menghormati orang lain.
Kelompok 5 : Kasih sayang. Dengan kasih sayang, kehidupan teman sebangku di sekolah akan terasa nyaman sehingga hubungan dengan orang lain pun akan menjadi lebih harmonis dan akrab sesuai dengan jiwa Pancasila.
Kemudian siswa didampingi guru menyimpulkan dalam proses diskusinya secara jelas. Peserta didik SMPN 1 Kandangserang akan melaksanakan norma kebajikan yang sudah didiskusikan tersebut dalam lingkungan sekolah maupun di rumah. Meskipun SMPN 1 Kandangserang berada di pedesaan namun dalam menerapkan norma kebajikan tidak kalah dengan sekolah lain yang berada di perkotaan. (gp/lis)
Guru SMPN 1 Kandangserang, Kabupaten Pekalongan Editor : Agus AP