Tetapi paradigma di masyarakat yaitu proses belajar mengajar pada tingkat Sekolah Dasar yang masih menekankan sistem komunikasi belajar satu arah (ceramah) dalam kelas. Sehingga sistem pembelajaran sangat membosankan dan monoton. Dampaknya siswa susah dalam menerima materi pembelajaran di kelas.
Metode pembelajaran di dalam kelas sangat berpengaruh. Metode yang salah akan membuat siswa susah dalam memahami materi. Salah satu cara untuk meningkatkan semangat dan minat siswa dalam pembelajaran adalah dengan menggunakan media pembelajaran yang asyik dan menarik. Ini akan membantu siswa agar tidak mudah jenuh dan pemahaman siswa lebih mudah diserap. Apalagi untuk kelas 1 SD dimana siswa masih dalam peralihan dari TK ke SD. Dengan pembelajaran monoton, siswa akan lebih mudah jenuh dan konsentrasi siswa berkurang.
Untuk media pembelajaran siswa kelas 1 SD diperlukan media dimana siswa dapat belajar sambil bermain. Agar siswa tidak merasa tertekan. Tidak dipungkiri bermain adalah salah satu bentuk kegiatan utama pada aset perkembangan individu untuk menerima sebuah pengetahuan, menjadikan bahan pembelajaran yang sesuai dalam proses belajar di kelas (Supratiknyo, 2021).
Guru harus bisa memotivasi peserta didik untuk ikut berperan aktif dalam proses pembelajaran di kelas. Salah satu media pembelajaran yang bisa digunakan untuk menarik motivasi belajar peserta didik adalah menggunakan media ular tangga. Media ular tangga adalah media pembelajaran yang menggunakan konsep permainan ular tangga. Dimana permainan ini dapat dimainkan 2 orang atau lebih dengan menggunakan bantuan dadu dan kotak – kotak gambar tangga dan ular (Wati, 2022).
Peserta didik diajak bermain sambil belajar operasi hitung dasar. Yaitu penjumlahan dan pengurangan dengan cara yang lebih santai dan mudah dipahami. Pada siswa kelas 1 SD materi operasi hitung dasar sangat penting. Karena operasi hitung dasar seperti penjumlahan dan pengurangan adalah dasar untuk siswa menguasai materi operasi hitung lainnya.
Beberapa siswa masih kesulitan menangkap penjelasan dari guru untuk materi ini. Untuk mempermudah pemahaman digunakan media pembelajaran ular tangga. Alat yang perlu disiapkan adalah papan ular tangga yang berbentuk kotak – kotak terdiri dari 10 baris dan 10 kolom, dan diberi angka 1 - 100. Dan juga menyiapkan dadu untuk mengatur langkah bidak. Langkah – langkah dalam pembelajaran ini : 1. Membagi siswa menjadi beberapa kelompok, dan setiap kelompoknya terdiri dari 4 – 5 siswa. 2. Selanjutnya setiap perwakilan kelompok diberikan giliran melempar dadu untuk bermain. 3. Pelemparan dadu dilakukan oleh anggota kelompok yang tidak bermain di bidak papan ular tangga.
Dari media pembelajaran tersebut, siswa dapat belajar operasi hitung penjumlahan dan pengurangan dari pelemparan dadu, lalu perpindahan bidak sesuai jumlah dadu yang muncul. Saat ada tangga dan ular, dimana saat tangga maka akan naik tetapi saat mendapatkan ular otomatis juga turun sesuai jumlah dadu yang didapatkan dapat dihitung perpindahannya.
Dapat disimpulkan bahwa kemampuan anak dalam belajar matematika dengan penggunaan media permainan ular tangga sangat berpengaruh pada konsentrasi dan memudahkan anak belajar menghitung . (una/fth)
Guru SDN Wilalung 3 Gajah Demak Editor : Agus AP