Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Belajar IPAS dengan Pendekatan PML pada PTM Terbatas

Agus AP • Kamis, 18 Agustus 2022 | 17:15 WIB
Oleh : Ika Oktivani S.Pd
Oleh : Ika Oktivani S.Pd
RADARSEMARANG.ID, PANDEMI Covid-19 membuat kegiatan belajar mengajar dilakukan secara daring. Tetapi dengan menurunnya jumlah kasus Covid-19 di Indonesia membawa angin segar bagi dunia pendidikan. Pembelajaran tatap muka (PTM) bisa dilaksanakan, meskipun masih terbatas. Selama pembelajaran tatap muka terbatas, guru sebagai perencana pembelajaran menghadapi tantangan yang berbeda dengan proses pembelajaran jarak jauh.

Proses Pembelajaran dengan PTM terbatas ini memiliki durasi waktu yang singkat sehingga guru harus dapat memanfaatkan waktu sebaik mungkin. Selama pembelajaran tatap muka terbatas, strategi pembelajaran dilakukan adalah blended leaening yaitu system pembelajaran yang menggabungkan pembelajaran tatap muka dengan pembelajaran jarak jauh.

Mata Pelajaran IPAS kurikulum SMK PK pada dasarnya, bertujuan untuk membekali peserta didik agar mampu menyelesaikan permasalahan di kehidupan nyata abad 21 yang berkaitan dengan fenomena alam dan social secara ilmiah disekitarnya dengan konsep sains dan peserta didik mampu memanfaatkan kekayaan sumber daya alam dengan arif dan bijaksana. Untuk mencapai hasil pembelajaran IPAS yang maksimal pada PTM terbatas perlu diterapkan inovasi pembelajaran yang tepat sehingga akan meningkatkan motivasi belajar, kreativitas, rasa nyaman dan pembelajaran menyenangkan serta meningkatkan hasil belajar.

Kenyataan yang dihadapi pada pembelajaran IPAS oleh peserta didik adalah sulit, membosankan dan jenuh dengan pembelajaran di dalam kelas serta guru belum menemukan model pembelajaran yang sesuai dan tepat. Guru masih menggunakan metode ceramah dan penugasan sehingga capaian pembelajaran peserta didik ini masih banyak di bawah KKM.

Rendahnya hasil belajar IPAS juga dialami siswa kelas X SMK Negeri 4 Kendal dari hasil penilaian harian aspek Makhluk Hidup dan Lingkungannya. Maka , guru harus melakukan inovasi pembelajaran, terutama pada pelaksanaan PTM tanpa mengabaikan protokol kesehatan.

Salah satu inovasi tersebut adalah guru menerapkan pembelajaran outing class dengan pendekatan Pembelajaran Menjelajah Lingkungan (PML) agar siswa merasa senang, nyaman, dan kreatif, sehingga dapat meningkatkan hasil belajarnya. Pelaksanaan pembelajaran IPAS secara outdoor dengan pendekatan PML guru mengajak peserta didik menjelajah lingkungan di sekitar sekolah sebagai sumber belajar dengan mengenal objek, gejala dan permasalahannya serta menelaah dan menarik kesimpulan dari konsep yang dipelajari.

Pembelajaran jelajah lingkungan ini merupakan kegiatan eksplorasi sehingga metode yang sering digunakan adalah discovery dan inquiry, dimana peserta didik mengeksplorasi lingkungannya untuk mencapai kecakapan kognitif, afektif dan psikomotorik. Kegiatan belajar ini mendorong siswa untuk melakukan berbagai Tindakan yang akan memberikan pengalaman langsung dan konkrit bagi peserta didik (Wiwin Isnaeni, 2007).

Guru berperan sebagai motivator dapat memandu siswa belajar secara aktif, kreatif dan aman serta bersahabat dengan lingkungan. Pada awal kegiatan pembelajaran guru mengajak peserta didik melakukan wisata lingkungan sekolah serta memotivasi peserta didik pentingnya lingkungan dan sekitarnya sebagai sumber belajar termasuk menanamkan pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem dengan tidak membunuh flora dan fauna.

Kemudian pada kegiatan inti siswa yang sudah terbagi menjadi beberapa kelompok dengan waktu 15 menit mengidentifikasi komponen dalam ekosistem pada lingkungan sekitar sekolah dengan bimbingan guru. Setelah melakukan pengamatan siswa berkumpul kembali untuk mendiskusikan dan melaporkan hasil pengamatan. Pada akhir kegiatan ini guru memberi kesempatan kepada peserta didik untuk menceritakan pengalaman belajar Makhluk hidup dan lingkungannya dengan pendekatan PML dan mengambil kesimpulan bersama peserta didik.

PML pada aspek makhluk hidup dan lingkungan pada lingkungan belajar di luar kelas yang bervariasi dan luas, memberikan dampak positif bagi peserta didik. Yaitu meningkatnya hasil belajar dari hasil penilaian ulangan harian, serta sikap peduli lingkungan, kerjasama, mandiri, serta cinta tanah air. Tentunya pembelajaran yang menyenangkan sehingga menimbulkan minat belajar lebih lanjut. (kd/ida)



Guru IPAS SMK Negeri 4 Kendal Editor : Agus AP
#Guru IPAS SMK Negeri 4 Kendal #SMK Negeri 4 Kendal #PML pada PTM Terbatas #Ika Oktivani #IPAS dengan Pendekatan PML #Guru SMK Negeri 4 Kendal