Berdasarkan hasil observasi dan wawancara di SMA Negeri 1 Wonotunggal, proses menulis teks laporan hasil observasi kerap mengalami masalah. Pertama, siswa kesulitan memulai dan mengembangkan ide. Pada saat siswa diberi tugas menulis teks laporan hasil observasi dengan tema bebas, siswa tidak diperintahkan mengamati objek secara langsung pada saat observasi. Masalah kedua, siswa masih banyak kekurangan dalam menerapkan aturan kebahasaan. Misalnya penggunaan huruf besar, kata depan, atau tanda baca. Masalah ketiga, siswa merasa kesulitan dalam menyusun kerangka teks laporan hasil observasi.
Masalah keempat kurangnya pemanfaatan media pembelajaran yang dapat menarik siswa dan belum diterapkannya model pembelajaran yang dapat meningkatkan kreativitas menulis siswa.
Kondisi tersebut yang seringkali menjadi permasalahan mendasar pembelajaran Mengonstruksi Teks Laporan Hasil Observasi. Dampu meningkatkan keterampilan menulis teks laporan hasil observasi. Model pembelajaran yang kreatif, kritis, dan inovatif membuat pembelajaran interaktif dan tidak monoton. Dengan menggunakan model Problem Based Learning dan media aplikasi Speechnotes diharapkan dapat memecahkan permasalahan mengonstruksi teks laporan hasil observasi.
Model Problem Based Learning dengan media aplikasi Speechnotes adalah model pembelajaran yang menggunakan masalah dunia nyata di kehidupan sehari-hari sebagai landasan pelaksanaan pembelajaran. Selanjutnya siswa melaksanakan pemecahan masalah dengan menggunakan media aplikasi speechnotes sebagai media pendukung pelaksanaan kegiatan pembelajaran.
Langkah-langkah dalam pembelajaran model ini antara lain, Pertama adalah siswa mencari tema tulisan. Penentuan tema dapat dipancing dengan mengamati permasalahan dalam bentuk media audio-visual. Siswa mengamati video yang ditayangkan menggunakan media audio visual. Pada kegiatan pengamatan, siswa akan menemukan permasalahan yang terdapat pada tayangan video.
Kedua, tentukan gagasan pokok tulisan dengan mempersempit tema. Dalam menentukan tema, diharapkan siswa menentukan tema yang sesuai dengan apa yang mereka observasi. Hal ini agar apa yang akan mereka tulis sesuai dengan pemahaman dan kompetensi mereka.
Ketiga, gambarlah pohon ide dengan “mind mapping” agar mudah mengembangkan gagasan pokok. Keempat, uraikan gagasan tersebut dengan menggunakan aplikasi Speechnotes seperti halnya berbicara. Terakhir edit agar menjadi tulisan yang sempurna.
Keempat, yakni bicara. Siswa hanya perlu menguraikan gagasan-gagasan pokok yang telah mereka tentukan di dalam pohon ide dengan aplikasi Speechnotes. Cara menggunakannya siswa hanya perlu menekan tombol microphone yang terdapat pada layar. Setelah siswa berbicara, secara otomatis aplikasi akan mengubah apa yang diucapkan siswa ke dalam bentuk tulisan. Tidak masalah jika siswa salah ataupun mengalami kebuntuan dalam tahap bicara. Yang terpenting adalah mereka tetap terus bicara menjelaskan pohon ide yang telah dibuat.
Setelah semua gagasan dirasa sudah diuraikan oleh siswa, siswa memasuki tahapan edit dan penyempurnaan tulisan. Penyempurnaan ini dapat langsung dilakukan siswa di HP Android mereka masing-masing.
Dengan menggunakan media Speechnotes, siswa merasakan menulis tidak sesulit yang dibayangkan. Mereka hanya perlu bicara menguraikan ide mereka dan kemudian menyempurnakannya. Jadi belajar menulis menjadi mudah. (wa1/fth)
Guru Bahasa Indonesia SMAN 1 Wonotunggal Editor : Agus AP