Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Pembelajaran IPS dengan Model Berdiferensiasi

Agus AP • Senin, 11 April 2022 | 17:31 WIB
Dra. Lydia Rini
Dra. Lydia Rini
RADARSEMARANG.ID, Tahun Pelajaran 2021/2022 SMPN 1 Patean Kendal ditunjuk oleh Kemdikbud Republik Indonesia untuk menerapkan Kurikulum Operasional Sekolah Penggerak khususnya bagi siswa kelas VII. Walau penulis mengajar di kelas VIII namun penulis diberi kesempatan mengikuti pengimbasan Kurikulum Sekolah Penggerak yang dikemas dalam kegiatan In House Training (IHT) Pelatihan Implementasi Pembelajaran di Tingkat Satuan Pendidikan SMP Negeri 1 Patean mulai 7 sampai 15 Juli 2021.

Diharapkan pada Tahun Pelajaran 2022/2023 siswa kelas VIII melanjutkan penerapan Kurikulum Sekolah Penggerak. Materi yang menarik bagi penulis adalah model Pembelajaran Berdiferensiasi yang penulis coba terapkan di kelas VIII walaupun acuan kurikulumnya masih Kurikulum 2013.

Pembelajaran berdiferensiasi adalah pembelajaran yang mengakomodir kebutuhan belajar murid. Guru memfasilitasi murid sesuai dengan kebutuhannya, karena setiap murid mempunyai karakteristik yang berbeda-beda, sehingga tidak bisa diberi perlakuan yang sama. Dalam menerapkan pembelajaran berdiferensiasi guru perlu memikirkan tindakan yang masuk akal yang nantinya akan diambil, karena pembelajaran berdiferensiasi tidak berarti pembelajaran dengan memberikan perlakuan atau tindakan yang berbeda untuk setiap murid, maupun pembelajaran yang membedakan antara murid yang pintar dengan yang kurang pintar. Karakteristik pembelajaran berdiferensiasi antara lain; lingkungan belajar mengundang murid untuk belajar, kurikulum memiliki tujuan pembelajaran yang didefinisikan secara jelas, terdapat penilaian berkelanjutan, guru menanggapi atau merespon kebutuhan belajar murid, dan manajemen kelas efektif (Astuti, 2022).

Untuk dapat menerapkan pembelajaran berdiferensiasi di kelas, hal yang harus dilakukan oleh guru antara lain Melakukan pemetaan kebutuhan belajar berdasarkan tiga aspek, yaitu: kesiapan belajar, minat belajar, dan profil belajar murid (bisa dilakukan melalui wawancara, observasi, atau survei menggunakan angket, dll). Merencanakan pembelajaran berdiferensiasi berdasarkan hasil pemetaan (memberikan berbagai pilihan baik dari strategi, materi, maupun cara belajar). Mengevaluasi dan refleksi pembelajaran yang sudah berlangsung.

Pemetaan kebutuhan belajar merupakan kunci pokok kita untuk dapat menentukan langkah selanjutnya. Jika hasil pemetaan tidak akurat maka rencana pembelajaran dan tindakan yang dibuat dan lakukan akan menjadi kurang tepat. Untuk memetakan kebutuhan belajar murid kita juga memerlukan data yang akurat baik dari murid, orang tua/wali, maupun dari lingkungannya. Pemetaan kebutuhan belajar siswa, penulis bekerja sama dengan guru BK kelas VIII.

Pengalaman penulis menerapkan Pembelajaran berdiferensiasi mapel. IPS Bab IV Perubahan Masyarakat Indonesia pada Masa Penjajahan dan Tumbuhnya Semangat Kebangsaan dengan langkah-langkah sebagai berikut. Setelah melakukan kegiatan pendahuluan (apersepsi) serta menyampaikan tujuan atau topik pembelajaran pada siswa, maka tahapan selanjutnya adalah Siswa duduk berkelompok sesuai hasil pemetaan kebutuhan belajar.

Guru menjelaskan materi pembelajaran secara garis besar. Guru memberikan tugas kepada kelompok untuk dikerjakan secara berkelompok yaitu mempelajari Bab 4 halaman 193-271 sesuai dengan gaya belajar masing-masing kelompok (kelompok A: video; kelompok B: membuat mind mampping; kelompok. Membuat ringkasan materi). Guru menunjuk salah kelompok untuk mempresentasikan di depan kelas, kelompok yang lain menanggapi. Guru memberi kuis atau pertanyaan kepada seluruh siswa. Guru memberikan evaluasi. Dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan siswa membuat kesimpulan.

Setelah pembelajaran selesai, penulis memberikan kuis untuk penilaian formatif dan meminta siswa memberikan komentar pembelajaran berdiferensiasi. Hasil penilaian sangat memuaskan, karena dari 85% siswa tuntas belajar rata-rata mencapai 80, dan 90% siswa menyatakan sangat senang dengan proses pembelajaran berdiferensiasi. (*/zal)


Guru IPS SMPN 1 Patean Kendal Editor : Agus AP
#SMPN 1 Patean Kendal #Guru IPS #Model Berdiferensiasi #Pembelajaran IPS #Lydia Rini