Fakta di lapangan mendukung bahwa anak yang mengalami hambatan berbahasa dan kesulitan belajar mempunyai efek yang signifikan pada pendidikan anak. Hal ini sejalan dengan pendapat Cromley, Hogan, dan Dubas (2010: 687) yang menyatakan bahwa keterampilan membaca berkaitkan erat dengan semua prestasi akademik. Semakin baik keterampilan membaca, maka semakin baik pula keterampilan pada semua disiplin ilmu.
Pada jenjang SD pengajaran membaca terbagi menjadi 2 tahapan yaitu membaca permulaan dan membaca lanjut. Membaca permulaan merupakan tahapan proses belajar membaca bagi siswa SD kelas rendah. Siswa belajar untuk memperoleh keterampilan dan menguasai teknik-teknik membaca serta menangkap isi bacaan dengan baik.
Keterampilan membaca permulaan penting dikuasai oleh siswa SD kelas rendah karena keterampilan ini secara langsung berkaitan dengan seluruh proses belajar siswa di sekolah dasar. Keberhasilan belajar siswa sangat ditentukan oleh penguasan keterampilan membaca mereka. Siswa yang tidak mampu membaca dengan baik akan mengalami kesulitan dalam mengikuti pembelajaran. Akibatnya kemajuan belajar siswa tersebut juga lebih lamban dibandingkan dengan teman-temannya yang tidak mengalami kesulitan dalam membaca. Dengan demikian, siswa yang berkesulitan belajar membaca permulaan harus memperoleh perhatian khusus dari guru.
Berdasarkan hasil observasi di kelas II SDN Jati 2 dapat diketahui bahwa pada prosesnya dalam menguasai keterampilan membaca permulaan, 70 persen siswa masih mengalami kesulitan. Hal ini disebabkan oleh faktor internal maupun faktor ekternal. Faktor internal pada diri siswa meliputi faktor fisik, intelektual, dan psikologis. Adapun faktor eksternal di luar diri siswa mencakup lingkungan keluarga dan sekolah (Farida Rahim, 2006:16).
Mengingat pentingnya keterampilan membaca permulaan bagi siswa-siswa tersebut maka guru berupaya melakukan perbaikan pembelajaran dengan penggunaan media yang efektif. Media yang digunakan dalam pembelajaran ini yaitu media SULTAN (Sahabat untuk Literasi Baca Anak). SULTAN merupakan buku aktivitas membaca permulaan yang disusun secara sistematis dan dikelompokkan ke dalam lima level tingkatan yang berbeda sesuai keterampilan anak. Melalui pola pembelajaran dan materi yang variatif, siswa diajak untuk mengenal huruf, membaca suku kata, membaca kata, membaca kalimat, dan membaca cerita sederhana. Dalam media SULTAN ini juga dilengkapi ilustrasi menarik dan aneka permainan serta stiker aktivitas di setiap halamannya. Dengan demikian, siswa tidak cepat bosan dan lebih termotivasi dalam belajar membaca.
Proses penggunaan media SULTAN ini dilaksanakan setiap hari dan harus runtut mulai dari level pertama. Siswa dapat melanjutkan ke level berikutnya apabila sudah lulus satu level sebelumnya. Indikator kelulusan dalam menggunakan SULTAN yaitu siswa telah menperoleh minimal 2 bintang atau tropi. Hal ini dimaksudkan agar siswa benar-benar menguasai keterampilan membaca dari yang paling sederhana terlebih dahulu. Selain itu, guru bersama orang tua juga lebih mudah dalam melakukan monitoring kemajuan keterampilan membacanya.
Berdasarkan hasil evaluasi dapat diketahui bahwa penggunaan media SULTAN ini dapat meningkatkan keterampilan membaca permulaan siswa kelas II. Hal ini dapat dibuktikan dengan persentase kenaikan rata-rata keterampilan membaca permulaan siswa sebesar 12,5 persen. Selain itu, siswa juga semakin aktif dan antusias dalam proses pembelajaran. (ump1/zal)
Guru SDN Jati 2 Sawangan, Kab. Magelang Editor : Agus AP