Ketika belajar di sekolah ataupun belajar di rumah. Dimana kemampuan dan cara belajar peserta didik juga merupakan salah satu faktor yang menentukan hasil belajar peserta didik.
Tujuan belajar adalah terjadinya perubahan pada peserta didik melalui proses pembelajaran. Seperti diungkapkan Sudjana (2010) : belajar adalah suatu proses yang ditandai dengan adanya perubahan pada diri seseorang. Perubahan hasil proses belajar dapat ditunjukkan dalam berbagai bentuk seperti penambahan pengetahuan, pemahaman, sikap dan tingkah laku, kecakapan, kebiasaan serta perubahan aspek-aspek lain yang ada pada individu-individu yang belajar.
Untuk mencapai tujuan tersebut, perlu cara belajar yang efektif dan membuat peserta didik bisa memahami dan menguasai materi pelajaran dengan baik. Cara belajar efektif yang dapat membantu peserta didik untuk meningkatkan pemahaman salah satunya adalah teknik Feynman.
Teknik Feynman adalah teknik belajar dengan seolah-olah mengajarkannya pada orang lain. Cukup tulis catatan yang seolah-olah akan dibaca oleh orang lain dengan penyampaian yang sederhana dan mudah dipahami. Ada empat langkah belajar dengan Teknik Feynman.
Langkah pertama, tulis topik atau konsep yang akan dipelajari. Tentunya, hal pertama yang pelu dilakukan adalah memilih sebuah topik yang ingin kita pelajari dan pahami dengan baik. Setelah itu pelajari topik tersebut berdasarkan cara kita sendiri dengan mencari referensi atau sumber belajar di buku atau internet.
Langkah kedua, tulis penjelasan konsep sesederhana mungkin dengan bahasa kita sendiri, dan ceriterakan kepada teman atau diri sendiri. Dalam langkah ini bagaimana konsep yang sedang kita pelajari harus bisa dipahami oleh orang lain. Proses kita saat menjelaskan kepada orang lain menjadi penilaian terhadap diri kita sendiri, bagaimana pemahaman kita tentang konsep tersebut.
Langkah ketiga, identifikasi atau temukan bagian dari penjelasan yang menurut kita belum dipahami. Saat orang lain tidak terlalu memahami apa yang kita jelaskan, maka sebenarnya kita belum memahami dengan menyeluruh tentang topik yang kita pelajari. Ketidaktahuan orang lain menjadi bahan evaluasi bagi kita sendiri bahwa bagian tersebut belum kita pahami dengan betul.
Langkah keempat, pelajari kembali lalu sederhanakan. Setelah kita mencari apa saja hal yang belum dipahami, kita coba untuk mempelajari kembali mengenai hal tersebut sehingga dapat menyempurnakan pemahaman kita. Pada akhirnya, kita dapat memahami sepenuhnya mengenai topik yang sedang kita pelajari.
Teknik Feynman adalah cara belajar sampai paham. Ulangi keempat langkah tersebut sampai benar-benar menguasai topik atau konsep yang dipelajari.
Teknik Feynman ini bisa diterapkam bagi peserta didik saat mengikuti pembelajaran tatap muka di sekolah dengan teman, atau saat di rumah dengan mempratikannya kepada anggota keluarga yang lain.
Atau bahkan dengan diri sendiri dalam bentuk video sehingga bisa dilihat kembali untuk mengetahui bagaian yang belum dipahami. Belajar dengan teknik Feynman jadi terasa lebih efektif, menarik dan lebih asyik untuk dilakukan.
Keuntungan menggunakan teknik Feynman bagi peserta didik adalah, cepat mendapatkan gambaran suatu konsep sehingga ingatan pengetahuan jadi kuat. Membantu menemukan/mengetahui sisi mana yang belum dikuasai, dan saat menjelaskan ke orang lain, maka materi yang dikuasai lebih “nempel”.
Inti dari teknik ini adalah menyederhanakan dan memahami sesuatu dengan gaya bahasa sendiri. Kita tidak akan bisa menyederhanakan sesuatu jika kita tidak paham betul akan hal itu. Sederhanakan dan terus latih diri untuk menjalaskan materi yang baru kita pahami ke orang lain. Dengan teknik ini, kita dapat belajar banyak hal dengan lebih cepat. Tinggal sesuaikan teknik di atas pada hal yang sedang kita pelajari. (mn1/lis)
Guru Bimbingan dan Konseling SMPN 2 Ambarawa, Kabupaten Semarang. Editor : Agus AP