Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Dakon KPK FPB, Tingkatkan Pretasi Belajar Matematika Pokok Bahasan KPK dan FPB

Agus AP • Kamis, 9 Desember 2021 | 01:31 WIB
Esti Dwi Rahmawati
Esti Dwi Rahmawati
RADARSEMARANG.ID, Pendidikan tidak bisa lepas dari kehidupan. Dengan pendidikan, kita bisa memajukan kebudayaan dan mengangkat derajat bangsa di mata internasional. Sebagaimana pernah diungkapkan Daoed Joesoef yang dikutip M. Joko Susilo, ”Pendidikan merupakan alat yang menentukan untuk mencapai kemajuan dalam segala bidang penghidupan, dalam memilih dan membina hidup yang baik, yang sesuai dengan martabat manusia.”

Pendidikan akan terasa apabila tidak berhasil mencetak sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas (baik dari segi spiritual, intelegensi, dan skill). Untuk itu, perlu diusahakan peningkatan mutu pendidikan. Supaya bangsa kita tidak terkatung dengan menyandang status bangsa yang sedang berkembang tetap tidak bisa menyandang predikat bangsa maju dan tidak kalah bersaing dengan bangsa Eropa (M. Joko Susilo, 2010:13).

Salah satu pendidikan yang sangat penting diberikan kepada peserta didik adalah matematika. Mata pelajaran matematika berfungsi sebagai alat, pola pikir dan ilmu atau pengetahuan. Matematika sebagai ilmu atau pengetahuan berarti matematika selalu mencari kebenaran dan bersedia meralat kebenaran yang sementara diterima bila ditemukan kesempatan untuk mencoba mengembangkan penemuan-penemuan sepanjang mengikuti pola pikir yang sah (Erman Suherman, dkk, 2003 : 56-58).

Pembelajaran matematika yang menekankan kepada nalar, yang konkret yang di dalamnya terdapat materi yang dikaitkan dengan kegiatan masyarakat sehari-hari. Seperti menghitung, menjumlah, mengurang, mengalikan, dan membagi sebagai aplikasi dari pembelajaran ini.

Salah satu materi pelajaran matematika pada siswa Sekolah Dasar adalah kelipatan dan faktor bilangan. Dalam materi ini termasuk menentukan kelipatan persekutuan terkecil (KPK) dan faktor persekutuan terbesar (FPB). Agar mudah dipahami siswa, guru harus bisa berpikir kreatif dan inovatif untuk menjelaskan KPK dan FPB suatu bilangan.

Bagi siswa terkadang mencari KPK dan FPB suatu bilangan sulit untuk dipahami. Maka, guru harus memperkenalkan media pembelajaran atau alat peraga untuk lebih memudahkan pemahaman siswa dalam menentukan KPK dan FPB bilangan.

Guru harus menyajikan cara menentukan KPK dan FPB suatu bilangan ini dengan lebih cepat. Yaitu menggunakan media alat peraga. Dengan media ini anak-anak akan merasa seperti bermain, sehingga lebih senang untuk memahami materi KPK dan FPB.

Untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam materi ajar KPK dan FPB, guru bisa menggunakan media pembelajaran yang menarik. Media yang dimaksud yaitu dakon. Dakon dapat digunakan sebagai media pembelajaran pada materi faktor persekutuan terbesar (FPB) dan kelipatan persekutuan terkecil (KPK). Media ini dapat merangsang semangat belajar siswa. Siswa tidak jenuh karena siswa secara bergantian menggunakannya. Memunculkan rasa ingin tahu siswa, mandiri dan bertanggung jawab. Selain itu dalam pembelajaran siswa tidak hanya belajar secara abstrak.

Materi faktor persekutuan terbesar (FPB) dan kelipatan persekutuan terkecil (KPK) salah satu materi matematika yang abstrak sehingga perlu menggunakan media pembelajaran. Agar konsep yang disampaikan dapat diterima oleh siswa. Sedangkan bagi guru dapat memudahkan menyampaikan materi pelajaran kepada siswa dan lebih menghemat waktu dan tenaga. Guru tidak harus menjelaskan materi pelajaran secara berulang-ulang, sebab dengan sekali sajian menggunakan media siswa akan lebih mudah memahami pelajaran.

Penggunaan dakon bertujuan untuk mengkonkretkan hal yang masih abstrak pada benak siswa. Dakon yang digunakan dalam pembelajaran ini berbeda dengan dakon pada umumnya yang digunakan sebagai alat permainan tradisional. Dakon ini hasil modifikasi yang menggabungkan permainan tradisional dengan pembelajaran matematika.

Dengan dakon, siswa akan lebih mudah memahami materi FPB dan KPK. Karena media ini dapat dilihat dan diperagakan langsung oleh siswa secara bergantian. Penggunaan dakon dalam proses pembelajaran diharapkan mampu meningkatkan hasil belajar matematika. Khususnya pada materi faktor persekutuan terbesar (FPB) dan kelipatan persekutuan terkecil (KPK) serta membuat proses pembelajaran menjadi lebih bermakna bagi siswa. (pm2/lis)



Guru SD Negeri Paremono 4, Mungkid, Kabupaten Magelang Editor : Agus AP
#Pokok Bahasan KPK dan FPB #SD Negeri Paremono 4 Mungkid Magelang #Guru SD #Pretasi Belajar Matematika #Esti Dwi Rahmawati