Menurut Burton (1984) dalam Siregar (2014: 4), belajar adalah proses perubahan tingkah laku pada diri individu karena adanya interaksi antara individu dengan lingkungannya sehingga mereka lebih mampu berinteraksi dengan lingkungannya.
Kesenjangan antara harapan dan kenyataan yang terjadi menyebabkan timbulnya permasalahan dalam pendidikan yang mengakibatkan rendahnya prestasi belajar dan aktivitas belajar siswa. Berdasarkan identifikasi permasalahan di kelas 6 SDN 02 Kalipancur maka perlu adanya perbaikan proses pembelajaran.
Guru dituntut untuk memiliki kreativitas yang tinggi dalam memilih metode pembelajaran untuk dapat menarik minat siswa. Oleh karena itu, agar upaya peningkatan aktivitas dan prestasi belajar dapat berhasil maka model pembelajaran harus dipilih yang sesuai dengan situasi dan kondisi siswa.
Pemilihan model pembelajaran yang tepat juga akan memperjelas konsep-konsep yang diberikan agar siswa antusias berpikir dan berperan aktif dalam pembelajaran.
Solusi yang tepat untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah penggunaan model pembelajaran yang inovatif. Salah satu metode pembelajaran inovatif yang dapat diterapkan oleh guru dalam pembelajaran matematika adalah metode pembelajaran Improve. Model pembelajaran Improve merupakan salah satu metode yang memiliki tingkat kebermaknaan tinggi.
Dalam model ini, siswa dikenalkan pada suatu konsep baru, diberikan pertanyaan-pertanyaan metakognitif oeh guru dan kemudian berlatih menyelesaikan permasalahan terkait materi. Salah satu komponen model ini adalah kerjasama. Kerjasama itu dapat membantu siswa menemukan kekuatan serta kelemahan diri.
Mendengarkan pendapat orang dengan pikiran terbuka, dan menciptakan persetujuan bersama dalam mengambil keputusan. Peran guru dalam pembelajaran adalah memfasilitasi berlangsungnya diskusi.
Langkah-langkah pembelajarannya adalah : guru memberikan konsep baru melalui pertanyaan-pertanyaan yang membangun pengetahuan siswa. Guru memberikan pertanyaan-pertanyaan metakognitif kepada siswa terkait materi, siswa berlatih memecahkan permasalahan yang diberikan oleh guru.
Guru memberikan review terhadap kesalahan-kesalahan yang dihadapi oleh siswa pasa saat latihan, melakukan tes pada pertemuan berikutnya untuk mengetahui penguasaan materi siswa, melakukan verifikasi untuk mengetahui siswa mana yang mencapai batas kelulusan dan siswa mana yang belum mencapai batas kelulusan, pengayaan terhadap siswa yang belum mencapai batas kelulusan.
Berdasarkan hasil yang diperoleh, secara umum model pembelajaran Improve sudah mampu meningkatkan prestasi belajar dan aktivitas belajar. Selain mampu menigkatkan aktivitas dan prestasi belajar matematika siswa, implementasi metode pembelajaran Improve juga mendapatkan respon positif dari siswa yaitu dengan rata-rata nilai memuaskan.
Hasil respon ini menunjukkan bahwa siswa senang belajar matematika dengan metode tersebut. Respon positif siswa timbul karena siswa sudah mulai terbiasa belajar dengan model yang diberikan dimana lebih menekankan siswa untuk mengkonstruksi sendiri ilmu yang dimiliki serta bisa sharing bersama temannya tanpa malu untuk mengajukan pertanyaan dipelajari sehubung dengan mata ajaran tersebut. (ct4/ton)
Guru Kelas VI SDN 02 Kalipancur Kec. Bojong Kab. Pekalongan Editor : Agus AP