Kolaborasi antara inovasi dan teknologi dapat sangat membantu kamu untuk belajar lebih banyak dan lebih baik tentang banyak hal, misalnya dalam pembelajaran di bangku sekolah dasar. Dengan bantuan teknologi, siswa bisa belajar lebih mudah dan efektif. Berikut inovasi yang dapat dilakukan
1) Meningkatkan keterlibatan peserta didik. Keterlibatan mahasiswa di dalam kelas menjadi suatu masalah terbesar dalam dunia pendidikan. Ruang kelas biasa, dirasa cukup sulit untuk membuat siswa tetap fokus dengan materi yang diberikan. Hal ini dikarenakan pengajar tidak mengetahui apa yang sebenarnya membuat siswa tetap tertarik dengan kelas. siswa dapat belajar dari manapun dan siswa juga dapat bebas bertanya tanpa harus merasa malu dengan teman-teman di kelas.
2) Pembelajaran berbasis permainan. Suatu pendekatan di mana siswa belajar melalui permainan (game) disebut dengan game-based learning (GBL) atau pembelajaran berbasis permainan. Materi belajar disampaikan dalam bentuk permainan sehingga menjadi lebih menarik dan menyenangkan. Guru juga bisa memotivasi siswa dengan memberikan penghargaan ketika menyelesaikan tugas tertentu.
3) Pembelajaran multimodal. Pembelajaran multimodal dapat membantu siswa dengan menggabungkan tulisan, gambar, gerakan, suara, tindakan, dan sebagainya. Pembelajaraan akan menjadi lebih efektif terutama untuk belajar bahasa asing. Metode ini dapat digunakan untuk membantu siswa dalam mengingat kosakata kamus bahasa Inggris, Jepang, Mandarin, atau bahasa asing lainnya. Tidak hanya untuk membantu mengingat kosakata, metode ini juga dapat membantu siswa mempelajari, mengingat, dan memahami huruf bahasa Jepang, Mandarin, Korea, Arab, atau bahasa asing yang tidak menggunakan huruf latin.
4) Pembelajaran jarak jauh. Di era digital ini, jarak seharusnya bukan lagi suatu masalah dalam dunia pendidikan. Melalui teknologi koneksi internet, kamu dapat belajar apapun dari siapapun. Kehadiran secara fisik sudah bukan lagi masalah yang berarti. Siswa dapat mengakses pembelajaran dan materi lainnya di internet. Penggunaan efektifitas waktu dengan menerapkan teknologi guna mendukung proses pembelajaran. Tapi semua itu tidak akan berjalan lancar tanpa komitmen dari siswa untuk belajar.
5) Pembelajaran berbasis komunitas. Dalam teknologi siswa juga bisa menggunakan jejaring sosial untuk masuk ke dalam komunitas belajar. Misalnya dalam komunitas bimbingan belajar ruang belajar ataupun lainnya yang bisa diakses tidak secara langsung. Jadi kapan saja dan dimana saja siswa dapat belajar.
Demikian inovasi yang dapat kita gunakan dalam proses pembelajaran ke depannya. (*/ton)
Guru SD N 01 Pait Kecamatan Siwalan Editor : Agus AP