Karakter adalah pendidikan budi pekerti yang melibatkan aspek pengetahuan (cognitive), perasaan (feeling), dan tindakan (action). Menurut Thomas Lickona, tanpa ketiga aspek ini, pendidikan karakter tidak akan efektif. Dengan pendidikan karakter yang diterapkan secara sistematis dan berkelanjutan, seorang peserta didik menjadi cerdas emosinya. Kecerdasan emosi inilah bekal penting dalam mempersiapkan peserta didk menyongsong masa depan, karena peserta didik akan lebih mudah dalam menghadapi segala macam tantangan kehidupan, termasuk tantangan untuk berhasil secara akademis. Terdapat sembilan pilar karakter yang berasal dari nilai-nilai luhur universal, yaitu karakter cinta Tuhan dan segenap ciptaan-Nya; kemandirian dan tanggungjawab; kejujuran, kritis; hormat dan santun; dermawan, suka tolong-menolong dan gotong royong/kerjasama; percaya diri dan pekerja keras; kepemimpinan dan keadilan; baik dan rendah hati, serta toleransi, kedamaian, dan kesatuan.
Menurut Dr.Abdul Munir Mulkhan, Pendidikan Spiritual adalah merupakan pendidikan kepribadian dengan mengasah pikiran, hati dan tubuh menapaki pengalaman pengalaman sebagai usaha untuk mendekatkan diri kepada Tuhan. Keseimbangan menggunakan kecerdasan emosional dan spiritual akan menghasikan insan Kamil, sekaligus mampu menjadi umat yang memiliki keshalihan secara individu dan keshalihan secara sosial. Untuk lebih mengenal nilai nilai spiritual antara lain, ketaatan beribadah, berprilaku syukur, berdoa sebelum dan sudah mengerjakan tugas, toleransi beribadah, patuh dalam melaksanakan ibadah.
Berdasarkan pendapat para ahli, penulis meyimpulkan yang dimaksud pendidikan sosial adalah usaha mempengaruhi yang dilakukan dengan sadar, sengaja dan sistematis agar individu dapat membiasakan diri dalam mengembangkan dan mengamalkan sikap sikap dan prilaku sosial dengan baik. Untuk memahami dan menghayati sikap dan prilaku yang baik antara lain : sikap jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dan berinteraksi aktif.
Di SMP Negeri 2 Kesesi, nilai nilai spiritual dan sosial sudah dilaksanakan secara nyata oleh peserta didik setiap hari, mulai dari masuk gerbang sekolah, peserta didik sudah melaksanakan (S3) yaitu senyum salam sapa dengan bapak dan ibu guru dan pengurus OSIS, masuk kelas melaksanakan (S3) dengan teman, sebelum pelajaran dimulai peserta didik berdo’a yang dipimpin oleh ketua kelas, waktu istirahat peserta didik melaksanakan ibadah sholat dzuha yang dijadwal oleh guru agama dan sebelum pulang sekolah peserta didik untuk melaksanakan ibadah sholat dzuhur berjamaah yang disesuaikan dengan jadwal imam, kemudian masuk kelas kembali dilanjudkan berdo’a yang dipimpin oleh ketua kelas dan pulang. Disamping kegiatan rutin seperti diatas, masih ada kegiatan yang lain seperti memperingati hari besar agama( Maulud Nabi, Isro’mi’rod, hari besar Qurban) dan juga hari besar Nasional (Hari Kemerdikaan, Kesaktian Pancasila, Sumpah Pemuda, Hari Pahlawan) disamping itu kegiatan extra kurikuler diantaranya: Extra kepemimpinan (PKS), Extra tentang kesehatan (PMR), Exta Wajib (PRAMUKA), Extra Sepak bola, Extra Karawitan.
Dari semuanya nilai-nilai spiritual, sosial dan juga motivasi yang diberikan oleh bapak/ibu guru serta dilaksanakan, secara automatis membentuk karakter peserta didik, sehingga walaupun peserta didik tidak didampingi, diawasi serta dibimbing oleh orang tua, maka peserta didik sudah mampu menjaga diri untuk kepentingan diri sendiri dan orang lain. (ti2/zal)
Guru SMP Negeri 2 Kesesi
Editor : Agus AP