Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Tingkatkan Kemampuan Bongkar Pasang Rem dengan Media Gambar

Agus AP • Selasa, 1 Desember 2020 | 20:40 WIB
Abdul Khanan
Abdul Khanan
RADARSEMARANG.ID, PENDIDIKAN sebagai proses mengubah tingkah laku anak didik agar menjadi manusia dewasa yang mampu hidup mandiri dan sebagai anggota masyarakat dalam lingkungan alam sekitar dimana individu itu berada. Dengan kata lain, pendidikan merupakan usaha manusia (pendidik) untuk dengan penuh tanggung jawabnya membimbing anak-anak didik menjadi kedewasaan (Syaiful Syagala, 2010:3-4).

Melalui SK Direktorat Jendral Pendidikan Dasar (Dirjen Pendis) nomor 2851 (2020) tentang MA Plus Keterampilan, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kendal ditunjuk sebagai MAN yang menyelenggarakan program keterampilan yang meliputi Teknik Sepeda Motor (TSM) dan Teknik Kendaraan Ringan (TKR), Tata Busana, dan Teknik Elektronika. Tujuan dari SK tersebut adalah mendorong madrasah menyiapkan peserta didik agar memiliki kecakapan tertentu dalam bidang keterampilan sehingga setelah selesai atau tamat dalam pendidikan, keterampilan tersebut bisa dijadikan sebagai bekal untuk hidup (live skill) di tengah masyarakat.

Salah satu kompetensi dalam keterampilan otomotif yang dipelajari adalah sistem rem konvensional. Dalam silabus program keterampilan otomotif (2020), sistem rem terdapat dalam kurikulum madrasah program keterampilan tahun 2020. Yakni, pada program keterampilan otomotif kelas XI semester genap dengan kompetensi dasar (KD) mendiagnosis kerusakan sistem rem konvensional (3.21) dan memperbaiki sistem rem konvensional (4.21).

Namun berdasarkan pengamatan dan pengalaman penulis sebagai guru keterampilan, khususnya di jurusan Teknik Otomotif Teknik Sepeda Motor, mendapati bahwa motivasi siswa dalam mengikuti proses pembelajaran masih rendah. Bahkan, tidak mempedulikan guru yang sedang menjelaskan, keluar masuk kelas, bercanda, melamun, mengantuk, sibuk dengan kegiatan sendiri dan sebagainya. Dampak dari proses pembelajaran yang kurang menyenangkan ini, memicu menurunnya aktivitas siswa pada pembelajaran. Akhirnya berimplikasi terhadap rendahnya prestasi belajar siswa.

Motivasi serta hasil belajar keterampilan otomotif siswa kelas XI kompetensi sistem rem yang masih rendah, perlu diupayakan model pembelajaran yang dapat meningkatkan minat, hasil belajar, motivasi, dan kreativitas siswa. Model pembelajaran tersebut salah satunya adalah media gambar.

Media pembelajaran pada dasarnya semua alat bantu yang dapat dimanfaatkan guru dalam rangka mempermudah pembelajaran. Media dalam pembelajaran kompetensi sistem rem dapat pula berupa gambar-gambar, diagram, wacana model dan lain-lain. Media pembelajaran dapat pula berupa objek yang menjadi pijakan pembelajaran (Santoso dkk, 2014:6.6). Gambar dapat dijadikan media dalam pembelajaran.
Adapun langkah-langkah pembelajaran dengan media gambar sebagai berikut, pertama, guru menyajikan pembelajaran dengan membuat gambar sesuai materi dipapan tulis atau di kertas gambar. Dimana dalam gambar tersebut mengandung informasi tentang bagaimana cara melepas komponen sistem rem dan memasangnya kembali. Kedua, guru memberikan kesempatan peserta didik untuk meniru gambar tersebut di buku catatan. Ketiga, guru membagikan siswa dalam beberapa kelompok siswa dan diberikan kesempatan untuk melakukan kegiatan pembongkaran dan pemasangan sistem rem sesuai dengan apa yang ada digambar. Keempat, beberapa kelompok mempresentasikan hasil pekerjaannya. Kelima, guru memberikan pujian dan penghargaan atas hasil pekerjaan siswa.

Kegiatan pembelajaran dengan media gambar terbukti mampu menarik perhatian, motivasi dan minat siswa kelas XI MAN Kendal dalam mempelajari mata pelajaran keterampilan otomotif khususnya materi kompetensi tentang sistem rem konvensional. Hal ini terlihat dari peningkatan hasil belajar yang cukup signifikan dibanding sebelum menggunakan model pembelajaranan media gambar. (bw2/ida)



Guru MAN Kabupaten Kendal Editor : Agus AP
#Media Pembelajaran