Keterampilan menulis dan bercerita merupakan salah satu materi pembelajaran Bahasa Indonesia yang hampir di setiap tingkatan kelas itu selalu ada. Untuk mengatasi kondisi kurang minatnya siswa dalam pembelajaran bahasa Indonesia khususnya bercerita, peran guru dalam menciptakan pembelajaran yang menyenangkan sangat diperlukan. Salah satu hal yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan media pembelajaran yang menarik serta mampu membangkitkan semangat belajar siswa. Hal tersebut dapat dilihat kebermanfaatan media dalam pembelajaran, misalnya: Siswa menjadi lebih percaya diri. Membantu mengingat jika siswa lupa pada alur cerita. Siswa menjadi lebih konsentrasi pada hal yang akan diceritakan, dan Siswa lebih mudah mengembangkan bahasa ceritaannya. Berdasarkan hal-hal tersebut, salah satu media pembelajaran yang cocok untuk materi pengembangan kemampuan bercerita adalah melalui gambar seri.
Apa yang penulis sampaikan ini, pada dasarnya telah digunakan oleh guru-guru di SDN 4 Kutoharjo. Guru kelas rendah mengajar keterampilan bercerita biasanya menggunakan gambar antara 3 sampai dengan 4 gambar. Sedangkan guru kelas tinggi menggunakan gambar antara 4 sampai dengan 6 gambar. Dari apa yang telah dilakukan oleh guru-guru yang salah satunya adalah penulis, ternyata penggunaan gambar seri dalam pembelajaran sangatlah membnatu sehingga keterampilan siswa mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Hal tersebut dapat dilihat dari beberapa kemajuan yang terjadi pada siswa, antara lain: Rasa percaya diri siswa menjadi lebih meningkat, siswa mampu mengembangkan bahasa pada saat bercerita di depan kelas, pada saat bercerita, alur cerita yang disampaikan menjadi runtut, dan nilai keterampilan bercerita menjadi meningkat sesuai rubrik penilaian yang akan dicapai, siswa menjadi gemar membaca untuk mencari referensi bahasa cerita, siswa menjadi berani bertanya ataupun berpendapat sesuai dengan kemampuan di kelasnya,yakni kelas rendah dan kelas tinggi. Selain itu, pembelajaran bercerita menjadi lebih menarik dan menyenangkan, sedangkan bagi guru lebih mudah menyampaikan materi pembelajaran sehingga KKM tercapai. Kondisi tersebut dikarenakan siswa termotivasi untuk belajar bercerita.
Belajar dengan gambar seri dilakukan dengan beberapa langkah. Adapun langkah-langkah pembelajaran dengan media gambar seri adalah sebagai berikut: Guru mempersiapkan gambar seri tentang sebuah cerita sebelum pembelajaran dimulai. Guru mengelompokkan siswa menjadi empat kelompok besar. Guru membagi gambar seri pada masing-masing kelompok dengan tema cerita yang berbeda. Secara berkelompok, siswa mengurutkan gambar seri yang telah diterimanya. Siswa menulis cerita sesuai dengan urutan gambar seri yang telah disusun. Secara bergantian siswa membaca cerita yang telah ditulis secara kelompok. Hal yang perlu menjadi catatan bagi guru adalah, ketika siswa maju untuk membacakan cerita diharapkan seluruh siswa diberi kesempatan membaca cerita secara bergantian.
Apabila kegiatan telah dilakukan, langkah terakhir dari pembelajaran menggunakan gambar seri ini adalah memberikan tugas pada siswa untuk maju satu per satu menceritakan gambar seri yang telah disusun tanpa membaca teks cerita yang telah ditulis. Jika siswa mampu bercerita dengan baik di depan kelas, maka guru memberikan nilai tambahan pada siswa yang bersangkutan. Hal ini diberikan sebagai bentuk penghargaan dan penyemangat bagi siswa untuk bisa tampil bercerita dengan sebaik-baiknya di depan kelas. (ikd1/zal)
Guru SDN 4 Kutoharjo Kaliwungu Editor : Agus AP