Siswa merasa kesulitan dalam mengemukakan ide, pikiran, gagasan dan perasaan secara runtut dan sistematis untuk mencapai maksud dan tujuan. Apalagi jika penerapan teknik pembelajaran yang kurang tepat, membuat siswa bosan, kurang tertarik dan enggan dalam proses pembelajaran surat pribadi. Berdasar fakta-fakta tersebut, hasil pembelajaran materi surat pribadi masih belum memuaskan. Pada materi surat pribadi, lebih dari setengah dalam satu kelas siswa mendapat nilai di bawah standar KKM.
Bertolak dari kenyataan itu, penulis menerapkan metode pembelajaran berbasis masalah (PBL) agar siswa tertarik dalam dunia surat menyurat. Mereka menjadi terdorong untuk berlatih secara intensif sehingga kualitas proses dan hasil pembelajaran surat pribadi meningkat.
Keterampilan menulis surat pribadi merupakan salah satu KD yang ada di SMA kelas XI semester 2. Surat digolongkan menjadi dua yakni surat resmi dan surat tidak resmi. Surat tidak resmi dikenal dengan surat pribadi. Surat pribadi merupakan surat yang ditujukan kepada orang- orang yang sudah dikenal seperti saudara, teman, dll. Surat pribadi memiliki fungsi tidak hanya menginformasikan sesuatu tetapi juga untuk mempererat tali atau ikatan persaudaraan atau pertemanan. Bagian-bagian dalam surat ini antara lain alamat penulis, tanggal penulisan, sapaan dan nama yang dituju, salam pembuka, isi surat (pendahuluan, inti surat, penutup), salam penutup, tanda tangan dan nama penulis dan lampiran.
Metode pembelajaran berbasis masalah atau Problem Based Learning (PBL) merupakan salah satu model pembelajaran inovatif. Pembelajaran ini berbasis masalah nyata atau realita sebagai konteks siswa belajar berpikir kritis dalam memecahkan masalah hingga akhirnya memperoleh pengetahuan.
PBL adalah strategi pembelajaran yang berpusat pada siswa yang bersama-sama memecahkan masalah dan merefleksikan pengalamannya, serta berdiskusi menyelesaikan masalah. Guru berperan sebagai fasilitator belajar. Siswa didorong untuk mengambil tanggung jawab untuk kelompok mereka dan mengatur proses pembelajaran dengan dukungan guru.
Langkah-langkah PBL, pertama, orientasikan siswa terhadap masalah. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran, aktivitas yang akan dilakukan, permasalahan yang akan dibahas dan proses evaluasi pembelajaran. Siswa diberikan motivasi untuk terlibat langsung dan berperan aktif dalam pemecahan masalah. Guru mengajukan contoh berbagai surat pribadi yang biasa ditemui siswa dalam kehidupan sehari-hari, bagian-bagian surat dalam bahasa Inggris untuk memunculkan masalah.
Kedua, identifikasi masalah. Guru membuat kelompok 4-6 siswa dalam satu kelompok. Guru membagikan tugas kepada siswa dalam bentuk lembar kerja. Siswa mengidentifikasi masalah yang akan didiskusikan sesuai dengan tema masing masing dan mencoba membuat hipotesis atas permasalahan yang diberikan.
Ketiga, membimbing pengumpulan data individu atau kelompok sebanyak- banyaknya, membagikan ide dan pengetahuan mereka sendiri dalam memecahkan masalah. Keempat, mengembangkan dan mendemonstrasikan hasil. Guru membantu proses dalam menganalisa data yang terkumpul sesuai masalah yang ada. Siswa memberi argumen terhadap permasalahan yang ada dalam lembar kerja dalam bentuk laporan atau produk hasil diskusi. Kelima, evaluasi dan pemecahan masalah. Guru mengarahkan agar siswa merefleksikan dan mengevaluasi terhadap proses yang mereka lakukan yang di presentasikan setiap kelompok. Keenam, guru membantu siswa dalam melakukan evaluasi dan pengumpulan hasil.
Penggunaan metode PBL dapat meningkatkan kualitas proses pembelajaran yakni siswa lebih antusias, aktif dan mandiri serta kualitas hasil atau nilai siswa. Lebih dari 75 persen siswa dalam satu kelas memperoleh nilai di atas KKM. (pm1/ida)
Guru Bahasa Inggris SMA Negeri 1 Ulujami Kabupaten Pemalang Editor : Agus AP