Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Tiga Bulan Bertaruh Nyawa di Bawah Atap Ditopang Bambu, Sri Akhirnya Bisa Tidur Nyenyak

Maria Novena Sinduwara • Senin, 29 Juni 2026 | 13:51 WIB

 

Bupati Semarang Ngesti Nugraha bersama Kapolres Semarang AKBP Ratna Quratul Ainy tinjau rumah yang mendapat program bedah rumah di Ungaran Barat.
Bupati Semarang Ngesti Nugraha bersama Kapolres Semarang AKBP Ratna Quratul Ainy tinjau rumah yang mendapat program bedah rumah di Ungaran Barat.

 

RADARSEMARANG.ID, Ungaran - Rumah berukuran 8x9 meter milik Sri Maryati yang dihuninya dengan sang anak akhirnya diperbaiki. Sebelumnya rumah tersebut memiliki atap yang nyaris ambrol.

Tepat di ruang tengah untuk mempertahankan atapnya terpaksa ditopang dengan tiga bambu. Saat ditemui Sri Mariati 50, mengaku baru tinggal tiga tahun belakangan ini. Sebelumnya dirinya tinggal bersama suami. Di tiga bulan terakhir ini lah kondisi rumahnya memprihatinkan.

"Disini sama anak dan bapak saya, tapi bapak sudah meninggal. Alhamdulillah kali ini dapat bantuan rumahnya diperbaiki. Atapnya itu saya kasih cagak bambu biar tidak ambrol,"ceritanya usai penyerahan bantuan program bedah rumah dalam rangka Hari Bhayangkara ke 80. Senin (29/6).

Tidak hanya atap yang diganti. Tembok belakang rumah pun juga diperbaiki. Sri mengaku bersyukur rumah milik orang tuanya ini mendapatkan bantuan bedah rumah.

Sementara itu Kapolres Semarang AKBP Ratna Quratul Ainy yang meninjau langsung proses perbaikan rumah mengatakan ada tiga titik atau tiga rumah yang menjadi targetnya.

Baca Juga: Masih Ingat Kasus Dugaan Penipuan Biro Umroh Carmilla Salim Mubarok Temanggung? Begini Kelanjutannya

Satu di Babadan Siroto RT 03 RW 01 Kerurahan Candirejo Kecamatan Ungaran Barat rumah miliki Sri Maryati, kedua rumah milik Sutrisno di Dusun Sidomukti RT 03 RW 06 Desa Kopeng Kecamatan Getasan, ketiga rumah milik Fajar Arifin di Dusun Gompyong RT 17 RW 06 Desa Cuki Kecamatan Tengaran. Dipilihnya bedah rumah karena indikator masyarakat sejahtera yakni dari hunian yang layak.

"Kemudian tempat tinggal itu menjadi salah satu faktor utama untuk kesejahteraan dan kesejahteraan itu juga nantinya akan berimplikasi terhadap Kamtibmas. Nah, ketika saya ke wilayah-wilayah terjun langsung ke masyarakat itu ternyata ada beberapa masyarakat yang memang huniannya tidak layak atau kurang layak. Sehingga saya berinisiatif, berkomunikasi dengan Pemda dan juga Baznas untuk memberikan bantuan ini,"timpalnya.

Baca Juga: Update Laga Liga 4, Babak 8 Besar Resmi Dimulai, Ini Daftar Lengkap Tim Lolos, Hasil Drawing dan Jadwal Pertandingannya

Tidak hanya bedah rumah, menyediakan air bersih untuk warga yang tengah kesulitan juga dilakukan Polres Semarang. Tiga tangki air bersih dikirim ke Dusun Kalisari Bancak. Sebelumnya Ratna mendapatkan laporan warga kesulitan air bersih dan harus mengambil dari sungai.

"Apalagi jaraknya jauh dari rumah ke sungai. Sehingga kita langsung mengirimkan tiga tangki air bersih ke lokasi. Kemarin kita laksanakan juga bantuan untuk masyarakat yang bibir sumbing kita bawa ke Purworejo untuk melaksanakan operasi,"pungkasnya.(ria)

Editor : Baskoro Septiadi
#Bedah rumah Ungaran #Hari Bhayangkara ke-80 #Ungaran Barat #Kabupaten Semarang