RADARSEMARANG.ID, Ungaran – Warga Desa Sambirejo, Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang, masih menunggu realisasi perbaikan permanen jalan penghubung Kecamatan Bringin-Tuntang dan Bringin-Pringapus yang rusak akibat ambles sejak 2022.
Hingga pertengahan 2026, jalan kabupaten yang menjadi akses utama masyarakat tersebut baru mendapat penanganan darurat berupa pengurukan. Kondisi itu membuat kendaraan yang melintas harus bergantian karena sebagian badan jalan telah ambles.
Kepala Desa Sambirejo, Riyanto, mengatakan kerusakan jalan tersebut sudah berlangsung selama empat tahun dan hingga kini belum mendapat penanganan permanen meski beberapa kali masuk usulan perbaikan.
Baca Juga: Bursa Transfer Super League 2026/2027, Persija Rekrut Shin Tae-yong dan Borneo FC Rombak Besar Skuad
"Jalan ini pertama kali ambles pada 2022. Setelah itu kerusakannya terus bertambah dan kondisi paling parah terjadi menjelang Lebaran kemarin ketika badan jalan benar-benar terputus," kata Riyanto kepada Radar Semarang, Selasa (9/6).
Menurut dia, panjang ruas jalan yang terdampak mencapai sekitar 50 meter. Pada titik terparah, badan jalan ambles hingga sekitar 1,5 meter akibat pergerakan tanah.
Hasil pemantauan pemerintah desa menunjukkan kondisi tanah di bawah badan jalan didominasi lapisan lumpur sehingga mempercepat terjadinya penurunan struktur jalan.
Akses Utama Warga dan Jalur Antar Kecamatan
Jalan tersebut memiliki fungsi strategis karena tidak hanya menjadi akses keluar masuk warga Desa Sambirejo, tetapi juga menghubungkan Kecamatan Bringin dengan Kecamatan Tuntang dan Pringapus.
Setiap hari, ruas jalan itu digunakan masyarakat untuk aktivitas bekerja, sekolah, distribusi hasil pertanian, hingga mobilitas usaha kecil.
Karena kerusakan yang belum tertangani secara permanen, kendaraan roda dua maupun roda empat harus melintas secara bergantian di lokasi yang telah diuruk sementara.
"Kalau musim hujan, warga selalu khawatir karena kondisi jalan bisa semakin turun. Padahal ini jalur utama yang dipakai masyarakat setiap hari," ujarnya.
Menurut Riyanto, keberadaan jalan tersebut sangat berpengaruh terhadap aktivitas ekonomi warga karena menjadi jalur distribusi hasil pertanian dan perdagangan antarwilayah.
Baca Juga: Gus Yazid Sebut Kasus TPPU BUMD Cilacap Direkayasa, Saksi Notaris Ungkap Tanah Bukan Aset Negara
Rencana Pemindahan Jalur Sudah Dibahas
Pemerintah Desa Sambirejo telah beberapa kali mengajukan usulan perbaikan kepada Pemerintah Kabupaten Semarang karena status ruas tersebut merupakan jalan kabupaten.
Berdasarkan koordinasi terakhir dengan Bagian Tata Pemerintahan (Tapem) Setda Kabupaten Semarang, opsi yang disiapkan adalah memindahkan trase jalan ke lahan di sisi lokasi ambles.
Riyanto mengatakan proses komunikasi dengan pemilik lahan telah dilakukan dan pada prinsipnya mendapat persetujuan.
"Informasi yang kami terima, rencana pemindahan jalur sudah dibahas. Pemilik lahan juga sudah menyatakan setuju. Karena itu warga berharap realisasinya bisa dilakukan tahun ini," katanya.
Beberapa Kali Masuk Prioritas, Belum Terealisasi
Menurut pemerintah desa, usulan perbaikan permanen sebenarnya sudah beberapa kali masuk pembahasan pemerintah daerah.
Perbaikan sempat diusulkan pada 2023 dan 2024, namun belum terealisasi. Harapan yang sama kembali muncul pada 2025 ketika ruas tersebut disebut masuk daftar prioritas, tetapi pelaksanaannya kembali tertunda.
Karena itu, warga berharap pemerintah daerah dapat segera merealisasikan pembangunan permanen agar aktivitas masyarakat tidak terus terganggu.
"Kami berharap pemerintah daerah bisa memberikan perhatian karena fungsi jalan ini sangat penting bagi masyarakat. Bukan hanya untuk Desa Sambirejo, tetapi juga sebagai penghubung antar kecamatan," ujar Riyanto.
Selama menunggu penanganan permanen, pemerintah desa bersama instansi terkait masih mengandalkan langkah darurat berupa pengurukan agar jalan tetap dapat dilalui dan aktivitas warga tidak terputus sepenuhnya.
Editor : Baskoro Septiadi