Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Hari Jadi Kabupaten Semarang Ke-505, Enam Pusaka Peninggalan Ki Ageng Pandanaran Dijamas

Maria Novena Sinduwara • Rabu, 11 Februari 2026 | 19:47 WIB
Ritual jamasan pusaka peninggalan Ki Ageng Pandanaran II dilakukan Pemkab Semarang dalam rangkaian Hari Jadi Kabupaten Semarang. Maria Novena/Jawa Pos Radar Semarang 
Ritual jamasan pusaka peninggalan Ki Ageng Pandanaran II dilakukan Pemkab Semarang dalam rangkaian Hari Jadi Kabupaten Semarang. Maria Novena/Jawa Pos Radar Semarang 

RADARSEMARANG.ID Ungaran - Rangkaian jelang Hari Jadi Kabupaten Semarang ke-505 Pemerintah Kabupaten Semarang gelar jamasan pusaka peninggalan Ki Ageng Pandanaran II.

Ada enam pusaka yang dijamas pada ritual tersebut. Satu tombak lurus, dua tombak trisula, tiga bilah keris.

Sebelumnya juga dilakukan metri bumi serasi untuk pengambilan air di 19 kecamatan.

Juru kunci pusaka Kabupaten Semarang Moh Edy Sukarno mengatakan kegiatan ini merukan kearifan lokal atau tradisi yang penuh dengan pesan moral.

Merti bumi sendiri artinya kesadaran mengajak seluruh elemen masyarakat Kabupaten Semarang untuk sadar pada tanggung jawab manusia yang diciptakan oleh Tuhan sebagai wakil Tuhan untuk melakukan dharma. 

"Nah, kegiatan itu dimulai dengan pertama susuk wangan yakni bersih-bersih sumber air. Tentu tujuannya adalah melakukan kegiatan konservasi di sekitar area sumber mata air, dan itu insyaallah dilakukan oleh semua desa se Kabupaten Semarang,"jelasnya saat ditemui usai jamasan pusaka di Pendopo Rumah Dinas Bupati Semarang.

Tidak hanya susuk wangan, kegiatan pelepasan ikan dan pelepasan burung juga dilakukan. Hal ini menjadi simbol harapan agar alam di Kabupaten Semarang terus lestari.

Setiap sumber mata air dari 19 kecamatan dikumpulkan sejak hari Selasa (10/2) diestafetkan diantar ke pendopo.

Edy juga menekankan merawat alam menjadi amanah kehidupan bagi seluruh warga Kabupaten Semarang.

"Jamasan sendiri dilakukan dalam rangka merawat fisik pusaka agar pusaka itu tidak rusak karena korosi, maka pusaka dibersihkan kembali, baik bilah pusakanya maupun warangka atau sarungnya. Kemudian secara isoteri, sebenarnya pusaka itu citra dari jati diri yang punya,"lanjutnya.

Sementara itu Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengatakan sebelumnya dilakukan kegiatan ziarah ke Ki Ageng Pandanaran Pertama di Mugas, dan dilanjutkan ke Ki Ageng Pandanaran II di Bayat Klaten.

Ngesti mengatakan kegiatan tersebut merukapan nguri-uri budaya atau melestarikan seni budaya yang ada di Kabupaten Semarang.

Ditahun ini pun dikatakannya berkaitan dengan pengambilan air suci di semua kecamatan di 19 kecamatan yang dibagi menjadi dua jalur. 

"Metri Bumi yang dititipkan dari masing-masing ini ada sayuran, padi, jagung, kelapa, kemudian ada buah-buahan. Ada juga tadi durian brongkol, dan juga diberikan ke pada kami. Kemudian, ini sebagai wujud syukur kepada Tuhan yang Maha Kuasa, yang telah memberikan rezeki kepada para petani dan juga masyarakat Kabupaten Semarang,"timpalnya.

Ditahun ke 505, Ngesti berharap warganya selalu dalam keadaan sehat. Untuk Kabupaten Semarang diberikan keberkahan, kondusif, damai, dan juga dijauhkan dari bencana.(ria)

Editor : Baskoro Septiadi
#hari jadi #Kabupaten Semarang