RADARSEMARANG.ID, Ungaran - Puncak Hari Santri Nasional (HSN) 2025 PWNU Jawa Tengah kali ini digelar di Kabupaten Semarang.
Acara tersebut bertujuan memperkuat ekonomi umat melalui sektor pertanian dan UMKM.
Kegiatan dilaksanakan dengan berbagai agenda religius, pelatihan petani, serta bazar produk lokal yang melibatkan masyarakat luas.
Ketua PWNU Jawa Tengah KH Abdul Ghaffar Rozin saat tinjau stan UMKM mengatakan peringatan HSN tahun ini meliputi kegiatan religius, pelatihan bagi petani, seminar pemberdayaan ekonomi umat, serta bazar produk lokal yang melibatkan masyarakat dan pelaku UMKM dari berbagai daerah.
Menurutnya NU ingin meneguhkan kembali pentingnya sektor pertanian serta tulang punggung ketahanan pangan nasional.
Ia juga mengatakan HSN ini bukan hanya sekedar peringatan, melainkan momentum memperkuat semangat kebangsaan dan kemandirian umat.
"Santri tidak hanya berjuang dalam bidang keagamaan, tetapi juga harus menjadi motor penggerak kemandirian ekonomi melalui pertanian dan UMKM. Saya kira sekarang ini pemenangnya penguasa pangan diperadapan modern sehingga kita kuatkan lagi. Kita juga lakukan konsolidasi pengasuh pesantren tentunya untuk pemahaman tentang isu-isu aktual di dunia pesantren serta memunculkan prestasi baru,"ungkapnya. Jumat (24/10).
Bahkan HSN tahun ini Wakil Menteri Pertania Sudaryono turut hadir membahas potensi pertanian Kabupaten Semarang, terutama di sektor pertanian organik.
Ia menekankan bahwa kekuatan besar NU terletak pada petani, nelayan, dan pelaku UMKM.
PWNU melalui Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) berkomitmen membantu pelaku usaha kecil menjangkau lembaga keuangan.
"LPNU selalu siap mendampingi UMKM, termasuk dalam urusan badan hukum dan perpajakan. Kami ingin UMKM tumbuh dan mandiri,"lanjutnya.
Sementara itu Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengapresiasi kegiatan yang mampu menggerakkan ekonomi masyarakat lokal.
Ia berharap kolaborasi antara pemerintah daerah dan NU terus diperkuat untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera dan mandiri.(ria)
Editor : Baskoro Septiadi