Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Gas Melon di Kabupaten Semarang Langka Sejak 3 Minggu Terakhir, Warga Beralih Pakai Kayu Bakar

Nurfa'ik Nabhan • Selasa, 19 Maret 2024 | 03:44 WIB
Warga Desa Plumbon tengah mencari gas elpiji tiga kilogram di warung terdekat. NURFAIK NABHAN/Jawa Pos Radar Semarang
Warga Desa Plumbon tengah mencari gas elpiji tiga kilogram di warung terdekat. NURFAIK NABHAN/Jawa Pos Radar Semarang

 

RADARSEMARANG.ID, Ungaran - Memasuki bulan Ramadan, warga Kabupaten Semarang mengeluh akibat langkanya gas LPG 3 kg atau gas melon.

Bahkan kelangkaan ini sudah terjadi sejak tiga minggu terakhir sebelum bulan Ramadan.

Hal tersebut seperti yang dirasakan salah satu warga Desa Plumbon, Kecamatan Suruh, Erma.

Ia mengaku kesulitan dalam mencari gas LPG 3 kg atau gas melon tersebut.

Pasalnya di warung-warung ataupun di toko sembako stok gas melon sudah mulai menipis.

"Kemarin sudah cari dimana-mana tetapi pada kosong. Jadinya bingung mau cari kemana lagi," ujarnya Minggu (17/3).

Saat ini harga gas melon di warung-warung kelontong mencapai Rp 25 ribu per tabungnya.

Meskipun demikian stok di warung dan pangkalan sudah mulai habis. Bahkan warga rela membeli gas ke daerah lain yang stoknya masih ada.

"Ini mungkin sudah ada tiga minggu gas melon susah dicari," katanya.

Dampak kelangkaan gas melon tersebut, beberapa warga beralih ke kayu bakar untuk sementara.

Hingga menunggu adanya ketersediaan stok gas melon di warung atau pangkalan.

"Tapi kalau pakai kayu bakar pun, jika hujan terus jadi agak basah kayunya dan agak sulit juga," jelasnya.

Normalnya harga gas ukuran tiga kilogram hanya Rp 20.000 per tabung.

Namun saat ini mengalami kenaikan harga akibat langkanya gas LPG 3 kg mencapai Rp 25.000 per tabung.

Salah satu pedagang, Robiatun mengaku sudah tiga minggu tidak ada gas elpiji ukuran tiga kilogram.

Dari distributor gas sendiri telah mengurangi jumlah gas yang disetorkan ke para pedagang.

“Saya mengubungi agen maupun pangkalan juga tidak ada. Sekarang jumlahnya dikurangi, yang biasanya 35 tabung sekarang hanya lima sampai sepuluh tabung itupun kalau stok dari agennya ada,” katanya.

Ia mengaku kasihan kepada warga yang membutuhkan gas untuk memasak. Pembeli dan pedagang berharap agar gas LPG 3 kgmenjadi normal kembali tidak ada kenaikan harga dan kelangkaan sehingga warga menjadi sejahtera.

Sementara itu, Bupati Semarang, Ngesti Nugraha bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Semarang akan terus memantau pergerakan harga maupun stok kebutuhan pokok. Terutama kebutuhan gas elpiji yang saat ini tengah dibutuhkan oleh masyarakat.

Meski terdapat perubahan dalam kaitannya pengiriman gas LPG 3 kg dihari-hari libur. Pihaknya berharap jumlah pengiriman gas melon ini diharapkan ditambah.

"Jangan sampai, pada hari libur tidak di ada pengiriman, tetapi stoknya juga tidak di tambah di hari biasa. Sehingga nantinya gas LPG 3 kilogram ini bisa memenuhi kebutuhan masyarakat, dan ini bisa tetap normal ketersediaannya di warga," terangnya.

Pihaknya juga akan berupaya serta menjamin stok gas melon tetap bisa memenuhi kebutuhan masyarakat.

Dan akan terus berkomunikasi dan berkoordinasi dengan pihak pangkalan agen. (nun/bas)

Editor : Baskoro Septiadi
#gas melon #lpg 3 kg #langka