RADARSEMARANG.ID, Ungaran - Rumah Sakit Kusuma Ungaran melaksanakan kegiatan bakti sosial oeprasi katarak gratis bagi warga Kabupaten Semarang Minggu (3/3).
Terdapat 21 orang yang lolos screening untuk melakukan operasi katarak secara gratis.
Direktur Rumah Sakit Kusuma Ungaran, dr Yohanes Mada Suprayogi mengatakan pihaknya sebagai rumah sakit memiliki prinsip untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. Baik pelayanan berbayar maupun yang tidak berbayar.
"Saat ini kami sebagai rumah sakit yang melayani kesehatan masyarakat akan mengabdikan diri kami untuk membantu masyarakat yang membutuhkan dalam bidang mata," katanya.
Dalam kegiatan bakti sosial tersebut diperuntukkan bagi masyarakat yang memiliki gangguan penglihatan. Dan yang tidak memiliki asuransi kesehatan seperti BPJS.
"Kemarin pada saat kami melakukan screening sungguh memperihatinkan, mereka rata-rata tidak bisa melihat. Apalagi kami untuk kegiatan ini kami ada pasien yang dari panti werdha," terangnya.
Dari 40 orang pendaftar operasi katarak gratis tersebut, yang berhasil lolos screening hanya 21 orang. Mayoritas pasien merupakan warga Kabupaten Semarang.
"Nanti akan ada tiga alat dan kami menggunakan yang terkahir yakni kami menggunakan teknologi Phacoemulsifikasi. Serta terdapat lima dokter spesialis mata yang ikut dalam kegiatan ini," bebernya.
Proses operasi katarak nantinya akan berlangsung selama dua hingga tiga jam. Dan untuk pembiayaan seluruhnya ditanggung dari PT Erela yang bersinergi dengan RS Kusuma Ungaran.
"Kami juga dari rumah sakit sudah menyebarkan tim-tim ke puskesamas yang ada untuk menginformasikan jika ada kegiatan baksos ini," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kabupaten Semarang, dr Endah Indriati Wurjaningrum mengucapkan terimakasih dengan adanya kegiatan baksos opersi katarak gratis ini bisa membantu warga Kabupaten Semarang.
Sehingga pasien-pasien katarak di kabupaten Semarang bisa tertangani dan bisa kembali melihat seperti semula.
"Untuk penyakit panca indra seperti katarak ini cukup banyak. Namun adanya kegiatan ini kita sangat tertolong sekali semoga bisa berlanjut," ujarnya.
Ia menyebutkan katarak bisa terjadi di siapa saja dan diusia berapapun. Salah satunya pada petani, karena sering terpalar oleh sinar matahari.
"Serta juga pada penderita diabetes melitus juga beresiko sekali terjadinya komplikasi katarak," katanya.
Di Kabupaten Semarang sendiri tidak banyak penderita katarak. Karena warga sudah memiliki akses kesehatan yang mudah serta juga jaminan kesehatan seperti BPJS di Kabupaten Semarang sudah UHC.
Endah berharap sinergitas terus berjalan antara rumah sakit, Dinas Kesehatan, dan juga perusahaan. Sehingga bisa membantu menangani penyakit-penyakit lainnya tidak hanya katarak saja.
Senada, perwakilan dari PT Erlangga Edi Laboratories, Isnawan Adi Prasetya. Ia mengatakan bahwa pihaknya berinisiatif melakukan kegiatan sosial di masyarakat khusunya berfokus pada katarak. Kegiatan baksos di RS Kusuma Ungaran merupakan edisi lanjutan dari sejak 2022.
"Maka dari itu ini harus berkolaborasi dengan rumah sakit, karena alatnya harus lengkap. Dan tidak semua rumah sakit tidak memiliki alat untuk operasi mata," bebernya.
Pihaknya menargetkan 600 hingga 800 mata penderita katarak yang harus dioperasi pada tahun 2024. Bahkan kegiatan sosial tersebut hingga ke Indonesia bagian timur.
"Nanti di bulan Mei kita laksanakan di Dompu, NTB dan itu ada 100 pasien. Karena katarak lebih banyak ditemukan di Indonesia bagian timur dan pesisir," tandasnya.
Target yang sudah ditentukan di tahun 2024, pihaknya optimis akan tercapai di bulan sepuluh. Karena pada saat bulan puasa untuk kegiatan sosial tersebut harus dihentikan terlebih dahulu. (nun/web/bas)
Editor : Baskoro Septiadi