RADARSEMARANG.ID, Tuntang - Puluhan rumah di Desa Watuagung, Kecamatan Tuntang rusak akibat tersapu angin kencang Selasa (9/1). Dua rumah diantaranya rusak berat dibagian atap karena tertimpa pohon besar yang tumbang.
Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Semarang Rabu (10/1), warga di Dusun Watuagung dan Dusun Dukoh sudah melakukan kerja bakti untuk memperbaiki apa yang bisa diperbaiki. Terutama membantu rumah yang rusak berat akibat tertimpa pohon besar.
Evakuasi beberapa pohon besar yang tumbang sudah dibantu oleh BPBD dan Damkar Kabupaten Semarang. Serta bantuan gotong royong oleh warga sekitar.
Salah satu warga yang terdampak, Tri Mono mengungkapkan kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 14.45 WIB. Dimana saat itu tidak ada tanda-tanda akan hujan lebat, namun angin sudah berhembus kencang.
"Anginnya juga berputar-putar dari arah atas kemudian berputar ke pemukiman warga," katanya.
Dampak dari angin kencang tersebut membuat pohon petai yang cukup besar tumbang dan menimpa atap rumah bagian dapur. Sehingga seluruh atap dan penyangga ambrol tertimpa pohon.
"Ini yang terkena genteng ambrol terus juga penyangga atap juga rusak. Alhamdulillah saat kejadian tidak ada orang di dapur," ungkapnya.
Ia mengaku sebelumnya tidak ada tanda-tanda sebelum pohon akan tumbang. Dan saat itu juga tidak ada mendung tebal yang menandakan akan turun hujan yang sangat deras.
"Kalau waktu kejadian saya tidak tahu persis, intinya pas pohon sudah tumbang angin masih berputar-putar kencang," jelasnya.
Senada dengan Tri Mono, Ketua RT 6 RW I Dusun Dukoh, Eko Nuryanto juga mengatakan hal yang sama. Dimana saat itu angin terlihat berputar-putar dari arah atas. Kemudian langsung membuat beberapa genteng rumah warga berterbangan.
"Terus di area Dusun Talok juga ada kandang ayam langsung roboh karena tersapu angin," katanya.
Di wilayah RT 6 sendiri terdapat lima rumah yang terdampak dan di RT 7 ada dua rumah yang rusak berat. Namun dari kejadian tersebut tidak ada korban jiwa melainkan hanya kerugian material.
Sementara itu, Kepala Desa Watuagung, Heryu Cahyono menyebutkan terdapat dua dusun yang terdampak angin kencang kemarin, yakni Dusun Watuagung dan Dusun Dukoh. Dimana terdapat lima rumah di Dusun Watuagung dan 22 rumah di Dusun Dukoh.
"Kemarin yang teridentifikasi hanya sembilan rumah yang terdampak. Namun hingga siang ini terdapat 27 rumah," ujarnya.
Pemdes sendiri sudah melakukan pendataan yang nantinya akan dilaporkan ke Bupati Semarang melalui BPBD Kabupaten Semarang. Serta saat ini dua dusun tersebut masing-masing mengadakan kerja bakti untuk membersihkan sisa-sisa dari kejadian kemarin.
"Untum beberapa pohon besar yang tumbang, kemarin sudah dibantu oleh BPBD dan Damkar Kabupaten Semarang," katanya.
Pihaknya nantinya juga akan merapatkan untuk mengalokasikan dana tidak terduga dari APBDes untuk membantu warga yang terdampak. Serta menunggu informasi bantuan yang lainnya. (nun/bas)
Editor : Baskoro Septiadi