RADARSEMARANG.ID, UNGARAN - Sebanyak 26 puskesmas dan beberapa RSUD di Kabupaten Semarang mengikuti lomba pameran hasil karya inovasi di bidang kesehatan Minggu (12/11). Lomba tersebut juga untuk memeriahkan peringatan Hari Kesehatan Nasional yang ke 59.
Berbagai pernak-pernik terlihat di beberapa stand yang berdiri mengitari Alun-Alun Bung Karno, Kalirejo, Kecamatan Ungaran Barat.
Di setiap stand menunjukkan dan menampilkan beberapa hasil karya inovasi baik berupa makanan, minuman, ataupun fasilitas.
Salah satunya di stand Rumah Sakit Umum Daerah Gunawan Mangunkusumo Ambarawa yang menampilkan beberapa inovasi makanan untuk stunting.
Selain itu mereka juga menyediakan fasilitas cek kesehatan dan cek darah gratis.
"Kami memiliki beberapa inovasi terkait dengan aplikasi digital untuk memudahkan pasien. Jadi mulai daftar online kami layani hingga ada layanan pengantaran obat ke rumah secara gratis," ujar Direktur RSUD Gunawan Mangunkusumo Ambarawa, dr Hasti Wulandari.
Pihaknya selain memiliki fasilitas Tarkomah OTW Palagan (Pengantaran obat kerumah pasien) juga memiliki fasilitas Jamilah Cekatan.
Di mana Jamilah Cekatan merupakan program jemput antar ibu hamil bermasalah secara gratis.
"Tidak hanya itu kita juga ada inovasi makanan untuk stunting. Dan kita juga selalu membantu memberikan kudapan PMT di setiap posyandu," ungkapnya.
Hesti menyebutkan inovasi makanan stunting akan terus dikembangkan seperti olahan makanan dari tulang ikan yang sudah terukur kandungan gizinya.
Dan terkait ijin IRT pihaknya masih proses koordinasi dengan Dinkes Kabupaten Semarang.
"Dengan inovasi ini agar bisa menambah kepercayaan masyarakat bahwa RSUD tidak hanya semata pelayanan saja, tetapi kami juga ada usaha preventif dan promosi," terangnya.
Disisi lain, salah satu kader kesehatan asal Desa Gogik sekaligus pengisi stand dari UPTD Puskesmas Ungaran, Choirunisa mengatakan setiap tanggal 15 di Puskesmas Ungaran menyediakan inovasi minuman jamu.
Di mana inovasi tersebut merujuk pada program Mas Jono (Masyarakat Sehat dengan Jamu dan Obat Tradisional).
"Biasanya kita menyediakan jamu beras kencur, kunir asam, asam jawa, dan wedang rempah," katanya.
Program tersebut menurutnya dibuat untuk membuat masyarakat semakin sehat dengan mengkonsumsi jamu dan obat tradisional.
Karena saat ini jamu keberadaannya sudah mulai pudar. (nun)
Editor : Agus AP