Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi, Dinkes Kabupaten Semarang Gencarkan Sosialisasi kepada Kader PKK

Nurfa'ik Nabhan • Senin, 23 Oktober 2023 | 01:16 WIB
Sosialisasi Kader PKK terkait evaluasi jejaring skrining layak hamil, ANC, dan stunting yang dilakukan Dinkes Kabupaten Semarang
Sosialisasi Kader PKK terkait evaluasi jejaring skrining layak hamil, ANC, dan stunting yang dilakukan Dinkes Kabupaten Semarang

RADARSEMARANG.ID, UNGARAN - Dinas Kesehatan Kabupaten Semarang terus melakukan upaya untuk mewujudkan zero angka kematian ibu dan bayi di wilayah Kabupaten Semarang.

Salah satunya dengan melakukan sosialisasi dengan kader PKK di seluruh kecamatan. 

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Semarang, Dwi Syaiful Noor Hidayat mengatakan pihaknya terus melakukan upaya menunjang kesehatan ibu dan bayi.

Di mana salah satunya menggelar sosialisasi terkait pembentukan dan evaluasi jejaring skrining layak hamil, ANC, dan stunting. 

"Di mana sosialisasi ini dalam rangka percepatan penurunan kasus Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB), dan pencegahan stunting, " katanya Minggu (22/10). 

Diharapkan semua elemen masyarakat ikut terlibat dalam upaya tersebut terutama para kader PKK di 19 kecamatan yang ada di Kabupaten Semarang.

Serta adanya PKK desa binaan diharapkan bisa semakin menurunkan angka kematian ibu, bayi, dan stunting dengan deteksi sedini mungkin. 

"Para kader PKK ini bisa turut membantu kami dalam melakukan skrining deteksi dini kepada ibu dan bayi berisiko di desa-desa yang ada di wilayah kecamatan mereka," terangnya. 

Skrining pada bayi untuk pencegahan angka kematian bayi salah satunya melalui skrining Hipo Teroid Kongenital.

Di mana skrining tersebut dilakukan kepada bayi yang baru lahir dan berusia tiga hari. 

"Ini fungsinya untuk mengetahui apakah bayi tersebut kekurangan yodium atau tidak. Karena yodium adalah bagian dari mineral yang dibutuhkan tubuh untuk pertumbuhan kesehatan yang maksimal pada bayi," bebernya. 

Sehingga jika hasil skrining menunjukkan kadar yodium pada bayi berada dalam posisi normal maka pertumbuhan bayi juga akan baik. Ke depannya bayi tersebut bisa terhindar dari stunting. 

Adapun syarat bayi yang layak dilakukan pemeriksaan hipo teroid kongenital ini adalah bayi baru lahir minimal berusia tiga hari.

Pada tumit bayi akan dilakukan pengambilan sample darah dengan cara disuntik dan dilakukan sejumlah pemeriksaan.

"Mengapa pemeriksaan harus pada bayi berusia minimal tiga hari, karena agar tidak terjadi hasil positif semu," ungkapnya. 

Syaiful menyebutkan program tersebut merupakan program nasional. Kabupaten Semarang mendapatkan alokasi 6 ribu pemeriksan atau skrining hipo teroid kongenital.

Sehingga pada tahun 2024 nanti semua bayi baru lahir diwajibkan menjalani pemeriksaan hipo teroid kongenital tersebut. 

"Masyarakat yang memiliki bayi yang sesuai dengan kriteria bisa melakukan pemeriksaan hipo teroid kongenital itu secara gratis. Sehingga kasus AKB dan stunting ini akan semakin bisa kita turunkan terus angkanya," ujarnya. (nun) 

 

 

 

Editor : Agus AP
#PKK #DINKES #Angka kematian ibu dan bayi #stunting #Kabupaten Semarang