Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Indahnya Toleransi, Semua Warga Dusun Thekelan Ucapkan Selamat Waisak di Pinggir Jalan

Agus AP • Minggu, 4 Juni 2023 | 18:19 WIB
Warga bersalam-salaman mengucapkan selamat kepada warga umat buddha. (NURFAIK NABHAN/Jawa Pos Radar Semarang)
Warga bersalam-salaman mengucapkan selamat kepada warga umat buddha. (NURFAIK NABHAN/Jawa Pos Radar Semarang)
RADARSEMARNG.ID, Ungaran - Suasana kebersamaan kembali tersaji dalam perayaan Hari Waisak 2567 BE 2023 di Dusun Thekelan, Desa Batur, Kecamatan Getasan Minggu (4/6). Warga dari umat non buddhis berbondong-bondong memberikan selamat kepada warga umat budha setelah melakukan sembahyang.

Warga Thekelan mulai berkumpul dan berbaris di sekitar area Vihara Budha Bhumika sembari menunggu warga umat buddha selesai melakukan pujabakti. Seperti di tahun-tahun lalu, tradisi yang sudah rutin dilakukan ini membuat suasana menjadi haru dan hangat dibawah terik sinar matahari.

Selepas melakukan pujabakti, warga umat Buddha berbaris dan menunggu warga umat lainnya memberikan ucapan selamat. Salam-salaman pun tersaji dengan diawali oleh Kepala Dusun Thekelan. Selain itu terdengar ucapan “Selamat Waisak” yang dihaturkan warga agama lain. Dan dengan diiringi peluk harus serta isak tangis para warga pagi tadi.

"Hari ini kami hanya ingin mengucapkan terimakasih kepada warga umat nasrani dan muslim. Jadi inilah bentuk kebersamaan kami warga dusun thekelan, " ujar salah satu pengurus Vihara Bhuda Bhumika, Tugimin Hadiyanto.

Tradisi atau kebudayaan memberikan selamat setiap perayaan hari besar agama sudah lama dilakukan oleh warga Thekelan. Serta hal tersebut yang membuat dusun di kaki Gunung Merbabu ini memiliki rasa toleransi umat beragama yang tinggi.



Kegiatan ini tidak hanya dilakukan saat perayaan Waisak saja. Melainkan saat perayaan Natal serta Idul Fitri seluruh warga memberikan ucapan bagi umat yang merayakan hari besarnya.

"Dan itu tanpa dikomando oleh pengurus agama sudah tahu kapan jadwal berkumpul untuk memberikan selamat, " ungkapnya.

Ia menyebutkan tradisi yang dilakukan warga Thekelan sudah puluhan tahun dilakukan. Hanya saja baru bisa diabadikan dan disebarkan sejak terdapat media sosial yang berkembang.

"Waktu belum ada media sosial tradisi ini sudah dilaksanakan oleh warga. Walaupun bentuknya hanya dari rumah ke rumah, " jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dusun Thekelan, Supriyo merasa bersyukur memiliki warga antar umat beragama yang bisa menghormati satu sama lain. Serta memiliki rasa toleransi yang tinggi sehingga menciptakan kondisi lingkungan yang adem, ayem, dan tentram.

"Ini kami lakukan berdasarkan kebersamaan dan cinta kasih. Kami cinta terhadap seluruh warga dan cinta negara ini, " katanya.

Meskipun mayoritas penduduk di Dusun Thekelan merupakan umat buddha. Namun setiap ada kegiatan kemasyarakatan maupun kegiatan keagamaan warga selalu kompak hadir dan berpartisipasi. (nun/bas) Editor : Agus AP
#top #Desa Batur #TOLERANSI #Dusun Thekelan #Kecamatan Getasan #Waisak