RADARSEMARANG.ID - Bagi masyarakat yang terbiasa menggunakan kereta api mungkin penasaran dengan umur dari KA yang digunakan.
Jika melihat dari tampilan samping kereta yang ditumpangi baik pada gerbong penumpang maupun lokomotif pasti ditemui tulisan sejenis kode dengan latar hitam.
Ternyata dari kode tersebut dapat diketahui informasi mengenai umur dari sarana KA yang dinaiki.
Selain itu bisa juga untuk mengetahui kelas layanan, catatan pemiliharaan, kepemilikan, hingga teknologi yang digunakan.
Sebagai contoh pada gambar artikel sebelah kiri terdapat sebuah lokomotif livery vintage yang tertulis kode CC 201 83 81 Depo Induk SMC.
Dilansir dari @kai121_ kode tersebut mengandung beberapa informasi yang bisa didapatkan.
Kode CC menunjukan bahwa lokomotif menggunakan dua bogie dengan masing-masing bogie memiliki tiga gandar penggerak.
Huruf pada kode menunjukan jumlah gandar penggerak misal huruf C berarti memiliki tiga gandar penggerak yang berlaku juga pada huruf lainnya.
Selanjutnya, angka 201 menunjukan jenis lokomotif diesel elektrik jenis 01, angka 2 menunjukkan bahwa lokomotif tersebut berjenis diesel elektrik.
Selain diesel elektrik, terdapat juga tipe lainnya yaitu diesel hidraulik dengan kode angka 3, lokomotif listrik dengan nomor 1, dan hybrid dengan angka 4.
Berikutnya adalah angka 83 menunjukkan tahun mulai beroperasinya lokomotif pada tahun 1983, kode inilah yang bisa digunakan untuk mengetahui umur lokomotif.
Sedangkan angka 31 menunjukan nomor urut dari jenis dan tahun yang sama dari lokomotif tersebut.
Tulisan 'Depo Induk SMC' menunjukkan depo kepengurusan lokomotif tersebut berada di Semarang Poncol.
Contoh depo lainnya adalah Sidotopo (SDT), Cipinang (CPN), Bandung (BD), Yogyakarta (YK), Cirebon (CN), dan lain-lain.
Untuk membaca kode untuk kereta penumpang memiliki perbedaan dibandingkan lokomotif karena memiliki format kode yang berbeda.
pada contoh di gambar sisi kanan, terdapat kode dengan font warna putih dan berlatar persegi panjang warna hitam.
Pada sisi kode tertulis K3 0 16 19 CN. K3 menunjukkan bahwa kereta penumpang tersebut adalah kelas ekonomi, untuk kelas lainnya ditulis K1 untuk eksekutif dan K2 untuk kelas Bisnis.
Kemudian angka 0 memiliki arti kereta tersebut tanpa mesin penggerak dan harus ditarik lokomotif.
Angka 16 mewakili 2016 sebegai tahun awal berdinas dari kereta penumpang ini, sehingga pada tahun ini sudah berusia delapan tahun.
19 menunjukkan nomor urut dari saran ini pada jenis dan tahun yang sama. CN berarti berkedudukan dan kepengurusan di Cirebon, kode ini sama seperti yang ada pada lokomotif.
Pada umumnya penggunaan sarana kereta api seperti lokomotif dan kereta atau gerbong mencapai 30 sampai 50 tahun.
Dengan jaminan perawatan rutin yang dilakukan secara berkala di depo maupun balai yasa demi menjamin keamanan transportasi berbasis rel ini.
Editor : Baskoro Septiadi